KUMPULAN MAKALAH

Tuesday, February 12, 2019

MAKALAH MAKANAN TRADISIONAL KHAS JAWA BARAT KUE APEM


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kue Apem,salah satunya,,yaitu sejenis kue basah yang terbuat dari tepung beras dan berbentuk lebarseperti payung.Dari salah satu blog  yang saya baca,,ada yang menyebutkan asal muasal kata “apem”.
Menurut sejarah, suatu hari di bulan safar, ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya ke tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari sana. Sayangnya saat akan dibagikan kepada penduduk, jumlahnya tidak memadai. Maka bersama sang istri iapun mencoba membuat kue yang sejenis. Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada penduduk yang berebutan mendapatkannya ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan”
Makanan ini  kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan. Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan ‘membagi-bagikan’ kue apem ini berlanjut pada acara-acara selamatan menjelang Ramadhan. Harapannya, semoga Allah berkenan membukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya kepada umat muslim yang hendak menjalankan ibadah puasa. Dengan begitu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa berharap dapat menjalankannya dengan lapang dada dan tenang juga.
Dari salah satu buku yang pernah saya baca,, bentuk apem yang seperti payung itu juga mempunyai makna tersendiri.Diharapkan si pemakan apem kelak diakhirat nanti akan dipayungi sehingga tidak kepanasan.

1.2 Rumusan Masalah
·         Bagaimanakah yang dimaksud dengan kue apem?

1.3  Tujuan
·         Memahami bagaimana yang dimaksud dengan kue apem.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Asal Usul Kanduri Apem
Kue apem meurpakan salah satu jajanan khas yang berasal dari kalangan masyarakat Jawa. Kue ini terbuat dari tepung beras, berbentuk bulat dan memiliki tekstur yang empuk. Nama “Apem” konon berasal dari Bahasa Arab yaitu afuan/ afuwwun, yang berarti ampunan. Namun, masyarakat Jawa menyederhanakan kata tersebut menjadi “Apem”. Dari nama tersebut, dapat diketahui bahwa kue apem merupakan simbol permohonan ampunan.
Dalam budaya Jawa, kue apem ini dibuat pada saat menjelang bulan Ramadhan. Kue tersebut kemudian diantarkan ke musholla atau masjid-masjid. Tujuannya adalah memohon ampun sebelum puasa dimulai serta merupakan wujud syukur atas rezeki yang diberikan selama in. Tradisi ini dekenal dengan istilah “Megengan”.  Megengan berasal dari bahasa Jawa ‘megeng’ yang berarti menahan diri, bisa diartikan sebagai puasa itu sendiri.
Di wilayah Klaten, tradisi megengan dirayakan dengan meriah. Pada saat tradisi megengan, kue apem disusun dalam dua gunungan yaitu gunungan lanang dan gunungan wadon dan diarak keliling kota. Setelah arak-arakan selesai, masyarakat saling berebut kue apem yang merupakan simbol pengharapan berkah.
Konon, tradisi ini berasal dari Ki Ageng Gribik atau Sunan Geseng, salah satu murid Sunan Kalijaga, yang waktu itu baru pulang ibadah haji dan melihat penduduk Desa Jatinom, salah satu daerah di Klaten, menderita kelaparan. Ki Ageng Gribik kemudian  membuat kue apem dan membagikannya kepada penduduk yang kelaparan sambil mengajak mereka mengucapkan lafal dzikir Qowiyyu (Allah Maha Kuat). Para penduduk itu pun menjadi kenyang. Hal inilah yang memotivasi penduduk Klaten untuk terus menghidupkan tradisi upacara Ya Qowiyyu setiap sebelum bulan Ramadhan.

2.2 Bahan-bahan dan Cara Pembuatan
Bahan Membuat Kue Apem Gula Jawa :
·         tepung beras 150 gram
·         tepung terigu 100 gram ( protein sedang )
·         gula jawa 150 gram
·         air kelapa 175 ml
·         daun pandan 1 lembar
·         ragi instan 1/2 sdt
·         kelapa 1/2 butir  ( buat santan 180 ml )
·         garam 1/2 sdt
·         bumbu spekuk 1 sdt
·         baking powder 1 sdt

Bahan taburan apem gula merah ( kukus ) :
·         kelapa parut 100 gram
·         garam 1/4 sdt
·         daun pandan 1 lembar

Cara membuat apem gula jawa:
·         Rebbus gula Jawa dengan air kelapa serta daun pandan sambil diaduk hingga gula melarut. Saring. Ambil 225 ml air gula jawa hangat.
·         Tuangkan air gula sedikit demi sedikit ke dalam tepung beras sambil diuleni hingga lembut. Dinginkan.
·         Jika sudah dingin tambahkan tepung terigu, ragi, garam dan santan serta bumbu spekuk. Kocok selama 15 menit dengan kecepatan rendah. Diamkan selama 30 menit.
·         Tambahkan baking powder. Aduk sampai rata.
·         Panaskan cetakan kecil apem, Tuangkan adonan ke dalam cetakan kecil. Kukus selama 30 menit dengan api besar hingga kue apem matang. Angkat dan sajikan dengan taburan parutan kelapa.

















                                                      
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan  pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki kebudayaan lokal yang bervariasi dengan ciri-ciri khas yang membedakan kebudayaan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Kebudayaan tersebut telah menjadi jati diri sebagai bangsa Indonesia.Dunia internasional mengenal Indonesia salah satu nya dari keanekaragaman budaya yang dimiliki. Budaya lokal tersebut harus dijaga agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa.Selain itu kita harus memahami arti kebudayaan serta menjadikan keanekaragamanbudaya yang ada di Indonesia sebagai sumber kekuatan untuk ketahanan budaya bangsa.
Membangun kebudayaan nasional Indonesia harus mengarah kepada  suatu strategi kebudayaan untuk dapat menjawab pertanyaan, “Akan kita jadikan seperti apa bangsa kita?” yang tentu jawabannya adalah “menjadi bangsa yang tangguh dan entrepreneurial, menjadi bangsa Indonesia dengan ciri-ciri nasional Indonesia, berfalsafah dasar Pancasila, bersemangat bebas-aktif mampu menjadi tuan di negeri sendiri, dan mampu berperanan penting dalam percaturan global dan dalam kesetaraan juga mampu menjaga perdamaian dunia”.

3.2 Saran
Indonesia kaya akan segalanya namun jika kekayaan tersebut tidak mampu diupayakan semaksimal mungkin dapat berakibat fatal bagi kemajuan bangsa Indonesia. Penulis dan seluruh warga negara tentu memiliki keinginan dan harapan yang sama, yaitu memajukan Indonesia dari segala aspek termasuk kebudayaan yang ada di daerah Indonesia. Namun, hal tersebut butuh kerja keras dari semua pihak. Penulis menyarankan agar semua pihak tersebut lebih memperhatikan lagi hal sekecil apapun, karena dari hal sekecil itu dapat bisa menjadi besar jika terus diasah dan dipelihara dengan kesungguhan.










DAFTAR PUSTAKA

·      


























Tuesday, December 18, 2018

MAKALAH UNGGAS PETELUR BEBEK


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bebek merupakan hewan unggas yang penurut,mudah diternak ,kuat fisik dan mudah dipelihara. Banyak sekalai sumber daya yang dapat diambil dari bebek dimulai dari telur,daging sampai dengan kotorannya yang bisa dijadikan pupuk.mengingat banayaknya permintaan atau penggemar daging bebek membuat ternak bebek perlu dikembangkan. Telur bebek yang dapat dibuat asin juga tak kalah dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat,sehingga mengakibatkan semakin tingginya ketersediaan daging dan telur bebek yang diperlukan.Selain dalam konsumsi,dilihat dari sudut pandang nilai ekonomis dipasaran,ternyata bebek memiliki harga yang amat tinggi.
Secara umum tujuan dalam pemeliharaan itik atau menternakan itik yaitu untuk menghasilkan telur. Ternyata menurut pengalaman para peternak dimasayarakat,mereka membandingkan antara pemeliharaan bebek dengan ayaam. Yang dimana keduanya dalam pemeliharaan sama,memiliki daging yang lezat dan juga telur yang dihasilkan tak kalah lezat dengan dagingnya,namun dalam pemeliharaan bebek dalam peroses sampai hasilnya jika dibandingkan dengan ayam ternyata unggulan bebek. Maksudnya tingkat kesuksesan dalam memeliharan samapai siap panen lebih tinggi bebek. Menurut mereka,alasannya dilihat dari ketahanan tubuh bebek terhadap cuaca dan lingkungan yang kuat. Mereka bisa bertahan di lingkungan atau cuaca yang tak menentu,beda dengan ayam,kadang-kadang pada cuaca dan lingkungn tertentu ayan dapat bertahan namun disisi lain juga mati. Disanalah ;etak keunggulan bebek.
Untuk alasan itulah kami menyusun makalh ini, meningat perlunya membudidayakan ternak bebek petelur lokal yang semakin gancar diinginkan masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Mengapa Budidaya harus ternak bebek/itik petelur lokal ?
1.2.2 Apa sajakah keperluan yang disiapkan untuk membudidayakan ternak bebek/itik petelur lokal?
1.2.3 Bagaimana cara melakukan budidaya ternak bebek ?


1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Mengetahui alasan mengapa budidaya ternak harus bebek/itik petelur lokal.
1.3.2 Mengetahui keperluan yang disiapkan untuk membudidayakan ternak bebek/itik petelur lokal.
1.3.3 Mengetahui cara melakukan budidaya ternak bebek/itik petelur lokal
BAB II
Landasan Teori

2.1. Definsi Budidaya Ternak Bebek Petelur Lokal
     Budidaya merupakan suatu usaha yang dilakukan manusia untuk melindungi,memelihara dan mengembangkan yang suatu hari akan memberikan hasil dan manfaat bagi manusia itu sendiri.ternak adalah hewan atau objek yang di pelihara. Peternak adalah orang yang melakukan kegiatan pemeliharaan.budidaya ternak yaitu suatu usaha manusia dalam melindungi,memelihara hewan ternak agar bisa dari hasilnya memeberi manfaat bagi manusia yang memeliharanya.maksud manfaat disini adalah secara ekonomis,dimana bisa memberikan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan.bebek adalah jenis hewan unggas yang memiliki ciri berbulu,kaki berselaput dan berkembang biak dengan betelur.
Dari berbagai pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan budidaya ternak bebek adalah suatu usaha manusia dalam memelihara,melindungi dan mengembangkan jenis unggas dengan teknis atau segala potensi yang dimiliki,dan suatu saat akan memeberikan manfaat kepada manusia. Ada beberapa jenis bebek yang diternakan atau dipelihara oleh masyarakat indonesia yaitu bebek pelari (anas platyrhynchos domesticus),dan sertati (Cairina Moschata ) .
     Pemeliharan bebek ada yang dilakukan secara khusus,yang dimana pemeliharaan ini banayk dilakukan di daerah atau pedesaan. Tempat penangkaran atau pemeliharaannya biasnya dilahan sendiri seperti disawah,atau juga bisa dilakukan dipinggir sungai,waduk dan danau. Tujuaan pemeliharaan khusus ini adalah untuk mempermudah pengawasan,mencegah bebek telur disembarang tempat,menjaga nutrisi atau asupan pakan bebek,mencegah agar bebek tidak bekeliaran dimanan-mana dan melindungi dari hama unggas seperti ular liar,anjing,dan musang.

2.2. Sejarah Perkembangan Itik/bebek
Itik atau yang lebih dikenal dimasyarakat disebut bebek ( bahasa jawa ), golongan terdahulunya merupakan itik liar atau anas moscha yang berasal dari amerika utara. Dengan berkembangnya waktu, itik terus di dibudidayakan oleh manusia sampai akhirnya terbentuk beranekan ragam jenis itik yang sampai sekarang dipelihara dan diternakan. Dan akhirnya itik dikenal sebagai itik ternak (anas domesticus ) dan itik manila tau entog (anas muscovy ).
Itik merupakan jenis unggas yang penyebarannya terbilang sangat luar ini karena itik dapat hidup normal baik didaerah suntropis ataupun daerah tropis. Maka tidak heran jika itik liar dapat berimigrasi sampai ke negara afrika dan asia seperti Indonesia, malaysia, fhilipina dan vietnam.
Di Indonesia sendiri itik diperkenalkan pada abad VII oleh orang india. Sebenarnya orang-orang india ini merupakan tukang bangunan yang sengaja didatangkan oleh Raja Syailendra untuk membangun candi-candi hindu dan budha  di indonesia. Ada beberapa mitos bahwa yang mendorong itik untuk dibudidayakan adalah ritual keagamaan seperti yang dilakukan masyarakat bali yang menggunakan itik sebagai salah satu sajian pelengkap upacara keagaman.
Sejarah perkembangan itik sangat pesat terutama pada jaman keemas kerajaan majapahit. Nah itulah yang menjadi awal penyebaran itik mulai dikenal luas diindonesia seperti dikalimantan, sumatra, sulawesi dan bali. Bahkan pemerintah belanda pun ikut andil dalam penyebaran itik-itik di indonesia, melalui kuli-kuli kontrak yang mereka mukimkan di sumatra pada tahun 1920 khususnya di daerah lampung dan deli.
Saat ini itik banyak dibudidayakan didaerah sumatra ( NAD ), sumatra utara, sumtra utara, pulau jawa yang meliputi (cirebon, jawa barat, brebes, tegal jawa timur dan mojosari – jawa timur ), kalimantan, sulawsei selatan dan bali.
























BAB III
Pembahasan

3.1 Pembudidayaan Harus Bebek/Itik Petelur Lokal
     Banayak peternak yang memilih hewan ternaknya itu adalah bebek,alasan mereka karen bebek bagi mereka sangat mudah dibudidayakan. Mudah yang dimaksudkan disini tidak sulit dalam pemeliharaan,penyediaan kandang,pakan dan hasil panennya. Tidak semua jenis hewan ternak bisa dibudidayakan dengan mudah.untuk itu ,setiap peternak harus siap menanggung resiko dalam beternak. Biasanya hewan yang diternak kadang-kadang sulit dalam membudidayakannya,misalnya dalam penyediaan lahan untuk membuat kandang yang membutuhkan tempat atau area yang memadai. Dalam membudidayakan ternak bebek kita cukup punya satu petak sawah saja kita sudah bisa membudidayakan ternak.
     Selain itu,dalam pemeliharaan hewan ternak yang meliputi memberi pakan,ada yang terjangkau namun ada pula yang susah didapat. Para petani bebek,bagi mereka dalam penyediaan atau pemberian pakan sangat mudah didapat. Pakan yang bagus sangat menentukan kualitas hewan ternak. Jagung merupakn salah satu pakan yang sangat bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan bebek dan mudah didapat.
     Kekuatan dan pertahan tubuh hewan ternak terhadap penyakit sangat mempengaruhi terhadap kualitas hewan ternak sampai panen. Bebek juga merupakanhewan yang memiliki pertahann tubuh yang kuat. Secara anatomi,tubuh bebek/itik memiliki bulu yang keras dan tebal yang bisa melindungi bagian dalam tubuhnya,dan untuk membantu menyeimbangkan suhu tubuh. Sehingga bebek tidak kedinginan ataupun kepanasan berlebihan.
     Hasil dari wawancara kami kemarin disalahsatu ternak bebek/itik. Saat kamai ajukan pertanyaan kepda salahsatu peternak,kenapa tidak memilih ayam sebagai ternaknya. Beliau menjawab,sebelumnya saya sudah mencoba untuk menternakan ayam,tapi hasil dari panen ayam banaykakn yang rugi. Salahsatu faktor penyebabbnya karena lingkungan dan cuaca. Saat kami coba ternak bebek,ternyata beda, bebek lebih mudah diternak,tidak sulit juga memiliki pertahanan tubuh yang kuat jika dibanding dengan ayam. Meskipun ada perubahan cuaca.
     Membudidayakan ternak bebek ternyata sangat menguntungkan.baik secara pemeliharaan, maupun secara ekonomis.Dari segi pakan, banyak bahan yang bisa dijadikan pakan campuran dengan konsentrat. Seperti katul, jagung, karak nasi, roti kadaluwarsa, krupuk kadaluwarsa, menir, dan lain-lain. Tidak mengherankan, kalau ransum di satu daerah peternakan, berbeda dengan daerah lainnya. Justru, ketepatan strategi mengolah pakan potensial setempat, akan sangat menguntungkan peternak. Pengolahan pakan untuk bebek dapat berupa menir, katul, gaplek, roti kadaluwarsa, karak nasi, dan lain-lain.
Untuk merawat bebek petelur dapat juga dengan pemberian pakan berupa 40% bekatul, 10% tepung ikan, 10% nasi aking yang dikeringkan, dan sisanya hijau-hijauan seperti kangkung atau daun pepaya. Dengan komposisi pakan tersebut rata-rata peternak menghasilkan produksi telur diangka 60%/hari. Dengan kata lain seandainya kita memelihara bebek 1000ekor dalam setiap harinya kita akan memperoleh omset kotor sekitar Rp 840.000 yang diperoleh dari 600 x 1.400 (harga telur bebek saat ini). Dalam sebulan pendapatan kotor sekitar Rp 25.200.000 angka yang cukup besar yang dapat diperoleh dari beternak bebek. Banyak peternak bilang “keuntungan ternak bebek petelur memang cukup besar”. Strategi yang harus dilakukan yaitu menyiasati pengeluaran pakan dengan penyusunan pakan dengan bahan yang murah tetapi tetap memenuhi kebutuhan kalori maupun protein bebek petelur.

3.2 Keperluan Yang Disiapkan Untuk Membudidayakan Ternak Bebek Lokal
     Sebelum kita mulai membudidaykan ternak bebek ada beberpa hal dan keperluan yang harus kita persiapkan agar dalam pembudidayaan ternak bebek berjalan baik. Berikut ini adalah beberapa hal dan keperluan yang harus benar-benar ada dan disiapkan,diantaranya :

3.2.1 Kandang
Kandang merupakan sarana yang paling utama yang harus ada dan dipersiapkan. Kandang yang sangat cocok dan bnayka dipakai dalam budidaya ternak bebek khususnya dalam budidaya itik/bebek semi intensif adalah kandang ren. Yang dimana kandang ini terbagi menjadi dua tempat atau dua ruanagn utama : yang pertama adalah ruang istirahat atau sering disebut tempat bebek bertelur. Ruangan ini biasanya beratap seperti rumah joglo,berlantaikan tanah yang dilapisi alas seperti jerami. Di tempat ini itik saat malam hari akan beristirahat dan bertelur pada dini hari. Untuk lebar ruangan istirahat disesuaikan dengan jumlah atau kapasitas iti/bebek yang akan dipelihara.
Idealnya untuk 4 ekor itik/bebek itu menempati ruang 1 m2 . jadi dapat diperkirakan jika kita ingin memelihara sebanyak 600 ekor itik/bebek petelur misalnya,maka diperlukan area kurang lebih 150 m2 ,yang dimana lahan seluas ini dibagi menjadi dua bagian,sebagian untuk kandang tertutup dan sebagiannya lagi untuk pelataran. Misalkan kandang ini dibuat 25m x 5m,berarti satu sekat ruang istirahat dan pelataran masing-masing luasnya 3m x 5m dan jumlah ruangannya adalah 5unit,setiap unit terdapat atau diisi oleh 120 ekor itik/bebek. Usahakan hindari atap dari bocor bila hujan. Pilih bahan baku atap antara lain genteng,asbes dan plastik atau rumbia.
Untuk penutup atau atap peternak banayk menggunakan rumbia karena selain harga murah juga bisa menahan panas sianar matahari. Rangka dan juga penyangga kandang terbuat dari kayu dan bambu. Dan diusahkan untuk membuat tinggi atap 2,5 m- 3m dari lantai,dan jangan terlalau pendek,ini bertujuan agar sipeternak mudah masuk kedalam. Untuk bagian samping kiri-kanan dan juga  belakang ditutup dengan menggunakan tembok atau bilik bambu.
Antar ruang istirahat dan pelataran dibuat terbuka dengan pembatas yang berupa sekat bambu atau kayu,bisa juga dengan batu atau tembok setinggi 50cm – 60 cm tujuannya untuk mempelancar sirkulasi udara didalam kandang.

3.2.2 Pemilihan Bibit Itik/Bebek
Penentu kualitas itik/bebek adalah ditentukan dalam pemilihan bibit. Bibit yang unggul akan menghasilkan itik/bebek yang unggul. Sebagian  peternak  menganggap bahwa itik/bebek petelur yang baik dan unggul itu diperoleh dari pemeliharaan sejak masa tua bebek/itik. Pada umumnya itik/bebek bertelur pada umur 6 bulan. Bila itu yang dipilih, hendaknya kita atau peternak mempelajari kualitas masa tua bebek yang baik. Pertama ,kita perhatikan postur tubuhnya. Biasanya bebek yang baik itu berbadan tegap,kaki dan paruhnya besar serta tidak cacat. Hindarilah memilih masa tua bebek/itik yang memiliki ciri coklat kehitaman,paruh hitam kelam,suaranya agak serak dan memiliki wajah angker. Dan lebih pastinya lihat keelokannya bebek/itik ini memiliki penis,berarti dia jantan.
Untuk masa tua bebek betina memiliki ciri-ciri biasanya bebulu cokleat kemerahan,paruh hitam keputihan, memiliki suara yang nyaring dan mukanya manis. Ternyata bebek betina sebelum mencapai kedewasaan dia melewati tahapan pertumbuhan,misalnya itik/bebek Mojosari tahapannya,bebek masa tua (meri) – 1 bulan (seret)- 2 bulan (tepel )- 3 bulan (ngebung )- 4 bulan( cemong cukup)- 5 bulan (brahi)- 6 bulan (copot sikut) – 7 bulan (melong ). Dalam fase melonglah itik/bebek siap telur.
Pilihlah bibit siap telur yang baik biasanya berbulu mulus,berkepala kecil,matanya besar, paruhnya pipih,panajang dan lebar dan memiliki badan yang ramping. Bibit itik siap telur tidak berarti langsung bertelur setelah sapai di kandang. Dibutuhkan waktu 20 – 30 hari untuk memulihkan kondisinya. Selama itu biasakan dalam pemeberian pakan harus diberi yang baru dan dilakukan secara dinamis (dinaikan) dan tidak dianjurkan untuk berganti-ganti pakan. Untuk mepercepat pbebek bertelur,berilah rangsangan dengan memberikan protein hewani dalam pakan. Jika terjadi bulu belakang rontok berarti menjelang masabertelur yang pertama.

3.2.3 Pakan
Hal yang kalah penting yang harus disediakan adalah pakan atau makanan ternak. Pakan merupakan komponen penting yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan kualitas ternak. Untuk ternak bebek pakan yang sering diberikan petani adalah biji jagung,layerr, dan keong mas. Pakan yang berasal dari biji jagung merupakan pakan yangsangat bagus sekali bagi pertumbuhan bebek diantara pakan yang lain, karena dalam biji jagung terdapat banayak nutrisi yang banayak dibutuhkan oleh bebek.
Tidak hanya itu ada juga peternak bebek,yang pakannya campuran dari layer,aron dan juga potongan eceng. Bagi sebagian petani pemberian pcampuran pakan seperti itu lebih ekonomis.biasanya ini dilakukan dalam satu hari untuk 100 ekor itik/bebek dibutuhkan itu 50 kg layer dan 1 kintal aron yang diberikan satu kalai habis.

3.3 Cara Membudidayakan Ternak Bebek Petelur Lokal
     Cara membudidayakan ,ini lebih tepatnya kepada pemeliharaan yang baik agar tidak mudah terkena penyakit atau mati,pemanajemen pakan,pengaburan dan pemungutan hasil. Berikut ini adalah penguraiainnya :

3.3.1 Pemeliharaan
     Pada pembahasan sembelumnya sudah disinggung tentang beberapa hal yang perlu disiapakan saat peternak akan betenak bebek seperti,kandang,bibit bebek,dan juga pakan. Setelah semua yang diperlukan ada,selanjutnya kita ke pemeliharaan. Pemeliharaan lebih umumnya pemeliharaan secara inensif dan untuk mencegah hal yang tak diingnkan,misalkan seperti bebek terserang penyakit.
     Kandang hendaknya selalu kita jaga kebersihannya dan daya gunanya supaya produksi tidak terpengaruh oleh kondisi kandang yang ada.penyebaran penyakit atau penyerangan penyakit juga bisa disebabkan karena lingkungan kandang yang kotor. Buat jadawal untuk membersihkan kandang,dalam seminggu minimal 3 kali. Untuk mempertahankan kondisi kandang tetap baik,sebelumnya tanah diberi kapaur lalu baru diberi alas. Hal tersebut bertujujuan untuk mencegah penyakit dan mengurangi bau kotoran itik/bebek. Dengan melakukan hal tersebut kandang bisa dibersihkan total setelah dua tahun. Cara lain untuk mengantisipasi dari serangan penyakit yaitu bisa dilakukan dengan menyemprotkan larutan formalin 5% kedalam tanah.
     Dalam kandang juga,kita harus menyediakan bak besar yang selain sebagai tempat untuk minum juga sebagai tempat pemandian. Untuk wadahnya bisa berupa plastik atau parit yang panjang. Kedalamanya diatur sedemikian rupa sampai leher itik bisa terendam. Dalam pemberian air minu juga harus teratur. Air minum itik harus diganti 3-5 kali dalam sehari.

3.3.2 Manajemen Pakan
Kebutuhan nutrisi itik disesuaikan dengan tingkat pertumbuhannya. Pada fase bertelur itik/bebek membutuhkan pakan dengan kandungan protein 17% - 20% dan energi sebesar 2.700kkal – 2.88kkal. Bahan pokok pakan sumber karbohidrat antara lain dedak, jagung,karak atau aking (nasi yang dikeringkan) serta menir.
Sedangan sumber protein hewani (segar): ikan rucah, kerang, remis, kulit udang, diberikan oleh peter nak di dekat pantai. Bekicot dan keong sawah diberikan oleh peternak di areal pertanian dan rawa. Untuk mengantisipasi kurangnya ikan segar bisa dikeringkan dan dibuat tepung.
Jumlah pakan yang diberikan juga bervariasi. Patokannya seekor itik membutuhkan 155 g/hari (kering). Pada kadar air 15% - 20% bobotnya kurang lebih 220 g. Ada peternak membi pakan 20kg/100 ekor/ hari. Peternak lain memberi 7 kg aking, 5 kg katul, 15 kg ikan segar atau 5 kg tepung ikan. Atau 25 kg – 27 kg per hari.
Itik kurang bisa beradaptasi dengan makanan kering, sehingga pakan harus basah. Namun jangan terlalu basah, kandungan airnya tidak lebih 20 %. Formulasi pakan yang sudah disiapkan biasanya ditambah air dan diaduk jadi satu dalam wadah.Pakan berjamur harus dihindari. Bahan pakan berbagai macam jenis, ada katul halus, agak kasar dan kasar. Katul kasar gizinya kurang. Sebaliknya katul halu bagus, kekurangannya sukar ditelan sehingga itik ogah-ogahan makan. Yang bagus setengah kasar dan setengah halus.
Sebagian peternak memberi pakan di dalam ruang istirahat. Sebaiknya pakan jangan kepanasan. Pemberian pakan dua kali (pukul 07.00 dan 17.00) atau tiga kali (plus pukul 12.00) sehari, tergantung kebiasaannya. Di antara jam pakan dua kali, biasanya diselingi dengan camilan protein hewani.selain itu juga harus menghindari dari penggantian jenis pakan,mengganti jadawal makan itik diluar kebiasaan dan memaksa itik/bebek berhenti makan,itu akan menyebabkan itik/bebek menjadi stress dan nantinya akan mempengaruhi kualitas dari bebek.     
3.3.3 Pengaburan
Bebek/itik saat akan diabur atau di angon yaitu setelah dibiarkan dikandang selama 40 hari dan dia sudah bisa memilih dan memilah makanan.pengaburan ini sebenarnya bertujuan untuk membiarkan bebek mandiri,mandiri untuk mencari makanan. hal ini bisa membantu meningkatkan kualitas bebek. Bebek bisa memilih pakannya sendiri yang menuurutnya mengandung nutrisi yang tinggi. Bebek bisa memahami lingkungan sekitarnya.
Saat pengaburan peternak harus bisa menempatkan bebek ditempat yang aman dekat dengan air,dan jauh dari hama yang dapat memangsa bebek.

3.3.4 Pemungutan Hasil
Setelah kita melakukan berbagai peroses,tiba kita ke pemungutan hasil ternak bebek petelur,yaitu mengambil telur-telur yang dihasilkan oleh bebek yang sudah dewasa. Pengambilannya Pada pukul 06.00 – 07.00 tidak ada lagi itik yang bertelur. Kandang istirahat boleh dibuka dan itik di keluarkan. Sementara itik sarapan telur dipunguti satu persatu. Wadah telur berupa keranjang atau wadah lain yang cekung. Hendaknya telur segera dipasarkan. Unuk meningkatkan nilai tambah, telur bisa diasin. Sebagai prasyarat telur tidak boleh disimpan lebih dari lima hari.

















BAB IV
Penutup

4.1 Kesimpulan
Budidaya bebek petelur memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dari segi pemeliharaan, beternak bebek memang lebih mudah dibandingkan dengan beternak ayam,selain itu juga bebek memiliki pertahanan tubuh yang kuat jika dibandingkan dengan ayam. Di samping kegiatan yang dilakukan lebih sedikit, beternak bebek juga tidak dipusingkan dengan jadwal vaksin yang harus dilakukan terhadap unggas.























Wednesday, October 17, 2018

MAKALAH TENTANG DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKKAH DAN MADINAH


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam setelah beliau dimuliakan oleh Allah dengan nubuwwah dan risalah terbagi menjadi dua periode yang masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri secara total, yaitu:
PERIODE MEKKAH : berlangsung selama lebih kurang 13 tahun
PERIODE MADINAH : berlangsung selama 10 tahun penuh
Dan masing-masing periode mengalami beberapa tahapan sedangkan masing-masing tahapan memiliki karakteristik tersendiri yang menonjolkannya dari yang lainnya. Hal itu akan tampak jelas setelah kita melakukan penelitian secara seksama dan detail terhadap kondisi yang dilalui oleh dakwah dalam kedua periode tersebut.

1.2 Tahapan Periode Mekah
Periode Mekkah dapat dibagi menjadi tiga tahapan:
Tahapan dakwah sirriyyah (sembunyi-sembunyi); berlangsung selama tiga tahun.
Tahapan dakwah secara terang-terangan kepada penduduk Mekkah; dari permulaan tahun ke-empat kenabian hingga hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ke Madinah.
Tahapan dakwah di luar Mekkah dan penyebarannya di kalangan penduduknya; dari penghujung tahun ke-sepuluh kenabian-dimana juga mencakup Periode Madinah- dan berlangsung hingga akhir hayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Adapun mengenai tahapan-tahapan Periode Madinah maka rincian pembahasannya akan diketengahkan pada tempatnya nanti.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Penyebaran Islam Di Mekah
·         Muhammad SAW menjadi Nabi dan Rosul.
Ketika menginjak usia 40 tahun, tepatnya malam 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M, di waktu Muhammad Saw. sedang berkontemplasi di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan menyuruh Muhammad saw. untuk membacanya, yaitu surat Al’Alaq ayat 1-5.
Inilah wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang juga penobatan Beliau sebagai nabi dan rosul bagi seluruh umat manuusia dan tugasnya untuk berdakkwah. Kejadian ini diceritakan kepada isterinya, Khadijah dan saat itu juga Khadijah mengimaninya. Dialah orang yang pertama beriman dan masuk Islam. Pengangkatan Muhammad SAW menjadi Rosul dibenarkan oleh pendeta Nasrani yang bernama Waraqah bin Naufal. Dua setengah tahun kemudian, Rosulullah SAW mwnerima wahyu yang kedua, yaitu surat Al- Muddassir ayat 1-7.
Dengan turunnya wahyu tersebut, maka jelaslah misi dakwah yang harus Rosulullah SAW lakukan dalam menyampaikan risalahnya. Misi tersebut antara lain mengajak manusia menyembah Allah Yang Maha Esa, yang tidak beranak dan tidak pula di peranakkan serta tidak ada sekutu bagi-Nya. Hal inilah permulaan perintah menyiarkan agama Allah kepada Seluruh Umat Manusia.

·         Dakwah Rosulullah
Dakwah Rosulullah memiliki dua karakter yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terdapat di lingkungan masyarakat Mekah. Syiar yang dilakukan beliau antara lain adalah secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan.
a.       Menyiarkan Islam secara Sembunyi-Sembunyi
Sesudah menerima wahyu kedua yang menjelaskan tugas atas dirinya, mulailah beliau berdakwahsecara sembunyi-sembunyi dan menyeru keluarganya yang terdekat. Mereka ada yang tinggal satu rumah dan sahabat-sahabat terdekat. Seorang demi seorang di berikan pemahaman agar mereka meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah Allah yang Maha Esa. Berikut nama-nama yang mula-mula beriman kepada Rosulullah SAW:
1)      Siti Khadijah (Isteri Rosulullah SAW)
2)      Ali bin Abi Thalib (masih sangat muda) putra paman Rosulullah SAW, Abu Thalib
3)      Zaid bin Harisah, budak Rosulullah SAW yang kemudian menjadi anak angkat
4)      Abu Bakar Siddik (sahabat Rosulullah SAW)
Melalui Abu Bakar, banyak orang-orang yang memeluk Islam, antara lain Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, dan lain-lain. Mereka di beri gelar As Sabiqunal Awwalun, yaitu orang-orang yang terdahulu atau pertama-tama masuk islam. Mereka mendapatkan pelajaran tentang islam dari Rosulullah SAW secara langsung ditempat yang tersembunyi dirumah Arqam bin Abil Arqam di kota Mekah.

b.      Menyiaarkan Islam secara Terang-Terangan
Nabi Muhammad SAW melakukan da’watul afrad , yaitu ajakan memeluk islam secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi dari satu rumah ke rumah lain selama tiga tahun. Kemudian turunlah surat Al Hijr ayat 94 yang memerintahkan Rosulullah agar menyerukan atau menyiarkan agama Islam secara terang-terangan atau tidak lagi dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Sejak saat itulah, Muhammad SAW menyeru kaumnya secara umum ditempat-tempat terbuka agar manusia menyembah hanya kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan tidak menyekutukan-Nya. Seruan yang bersifat umum ini awalnya di tunjukan kepada:
1)            Kerabat-kerabatnya
2)            Penduduk Mekah diberbagai lapisan masyarakat, baik bangsawan, hartawan, maupun hamba sahaya, tidak terkecuali dai kalangan bangsa quraisy
3)            Kabilah-kabilah Arab dari berbagai daerah yang datang ke Mekah untuk mengerjakan haji.

Pada mulanya mereka menganggap dakwah nabi Muhammad SAW sebagai:
1)            Gerakan yang tidak mempunyai dasar dan tujuan
2)            Gerakan yang tidak akan bertahan lama
3)            Gerakan yang tidak perlu diacuhkan
4)            Gerakan yang di pimpin oleh Muhammad SAW dan Beliau di anggap sudah tidak waras lagi (sakit jiwa).
Akan tetapi, dengan keyakinan dan bimbingan serta petunjuk Allah SWT, gerakan dakwah Nabi Muhammad SAW semakin tersebar luas dan pengikutnya semakin bertambah banyak. seruan Nabi Muhammad SAW juga semakin tegas, lantang, ddan berani, bahkan memperjelas bahwa sesembahan (berhala) mereka adalah suatu kekeliruan dan sangat menyesatkan.

2.2 Strategi Dakwah Rasulullah
Rasulullah Saw adalah contoh terbaik, dalam menggerakkan dan mengelola dakwah. Keberhasilannya dalam mengajak manusia kepada agama Allah, terhitung spektakuler. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu 23 tahun beliau berhasil mengajak seluruh bangsa Arab dalam pelukan Islam, yang imbasnya secara alamiah dari generasi ke generasi Islam telah menyebar ke seantero jagad. Jumlah populasi muslim dunia ,kini yang mencapai kurang lebih 1.5 milyar tak lepas dari kiprah beliau selama 23 tahun tersebut.
Bahasan di seputar keberhasilan dakwah, tak ada rujukan yang paling pantas kecuali merujuk pada warisan sunnah yang telah ditinggalkan manusia paling agung, yakni Muhammad Saw. Allah berfirman :
“Serulah kepada Allah atas dasar basyiroh, aku dan orang-orang yang mengikutiku. Maha suci Allah, aku tiada termasuk orang-orang musyrik “ ( Yusuf ;108 )”
Beberapa mufassir memberikan keterangan , yang dimaksud ‘ala basyiroh pada ayat diatas adalah ‘ala sunnah atau ala ilmin , maknanya ; dakawah kepada Allah hendaklah berdasar sunnah rasul-Nya. Perintah ini sangatlah logis, sebab telah terbukti dalam lembar sejarah Muhammad Saw sebagai rasul terakhir benar-benar telah berhasil dengan gemilang menjadikn Islam sebagai rahmatan lil alamin. Dan tak berlebihan kalau kemudian seorang peneliti barat Michael Hurt, menempatkan Muhammad Saw pada urutan pertama dari 100 tokoh dunia yang paling berpengaruh.
Pada tulisan ini, akan disajikan secara garis besar bagaimana rasulullah Saw dalam meletakkan strategi dakwah, hingga pengaruhnya semakin meluas sepanjang zaman. Fase Dakwah Rasulullah. Dalam catatan para sejarawan, disepakati fase dakwah rasulullah secara global ada dua tahapan, dakwah sirriyah dan dakwah jahriyyah. Dakwah sirriyah dijalaninya selama kurang lebih 3 tahun di awal masa kenabian, sementara dakwah jahriyyah diawali setelah Allah memerintahkan beliau dengan turunnya surat Al-Hijr ayat ; 92.
Keberhasilan dakwah rasulullah yang paling menonjol pada masa dakwah sirriyah, dapat diringkas ada 3 strategi penting dan sangat mendasar , antara lain ;

a)      Dakwah dengan cara rekruitment ( ad-da’wah ‘alal isthifa’ ).
Dari sekian banyak masyarakat quraisy, yang dibidik pertama rasulullah pada masa ini meliputi ; dari kalangan wanita istrinya sendiri Khadijah, dari kalangan remaja Ali bin Abi Thalib, dan dari kalangan pemuka dan tokoh masyarakat adalah Abu Bakar As-shidiq. Ketiga tokoh ini , memang menjdi titik strategis dalam menentukan perjalanan dakwah rasulullah berikutnya, terutama peran Khadijah yang mendukung total dakwah beliau dengan pertaruhan total seluruh harta dan jiwanya, dan peran Abu Bakar yang mampu melebarkan dakwah ke kalangan para elit quraisy. Menurut keterangan seorang sejarawan yang bernama Ibnu Ishak, masuk Islamnya Abu Bakar ( Ibnu Qohafah ) tak lama kemudian berhasil digandeng pemuka-pemuka quraisy ke dalam barisan dakwah rasulullah, antara lain ; Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam , Saad bin Abi Waqas dan Thalhah bin Ubaidillah. Keenam sahabat inilah yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi assabiquunal awwalun ( generasi pertama Islam ).


b)     Dakwah dengan memberdayakan kaum wanita.
Peran wanita di masa awal dakwah terus diberdayakan oleh rasulullah, karena kaum wanita sesungguhnya memiliki kekuatan dahsyat, bila ini diperdayakan untuk gerakan dakawah akan menghasilkan hasil yang sangat pesat. Pada konteks ini, yang menjadi titik sentral adalah peran Khadijah yang berhasil mendidik putri-putri Rasulullah , mendukung dakwah beliau. Peran kedua dijalankan oleh Asma binti Abu Bakar , yang menjadi pahlawan pada perjalanan hijrah beliau ke Madinah. Dari kedua wanita iilah secara bertahap wanita-wanita terkemuka quraisy , masuk Islam diantaranya bibi Rasulullah dari jalur bapaknya.

c)      Dakwah difokuskan pada pembinaan aqidah.
Pembinaan aqidah pada masa awal risalah difokuskan di rumah salah seorang sahabat yang bernama Arqom bin Abil Arqom, di pinggiran kota Makkah. Inilah tempat pendadaran dan penggemblengan sejumlah sahabat utama rasulullah. Di rumah ini pulalah Umar bin Khattab diislamkan Rasulullah. Di rumah ini pullalah sahabat Mus’ab bin Umair dididik rasulullah, yang nantinya sahabat ini dipercaya rasullah membuka dakwah di kota Yastrib. Kemudian pada fase dakwah jahriyyah, point-point penting yang mendorong keberhasilan dakwah rasulullah,antara lain ;

·         Dakwah kepada kerabat ( da’watul aqrobin ).
Media pertemuan-pertemuan keluarga dijadikan sarana rasulullah untuk mengajak kaum kerabatnya yang tergolong kelas pemimpin di mata masyarakat quraisy. Pada masa ini , berhasil direkrut dua paman rasulullah yang menjadi pembela dakwah beliau , pertama Abu Thalib , meski belum mau menerima ajaran Islam , namun inilah palang pintu utama rasulullah dalam menghadapi intimidasi kaum quraisy. Kedua , Hamzah bin Abdul Mutholib, selain telah menerima ajaran Islam , beliau inilah yang menjadi palang pintu kedua rasulullah dalam menghadapi intimidasi dari Abu Jahl dan Abu Lahab. Ketokohan Hamzah bin Abdul Mutholib dari sisi keparajuritan di mata masyarakat quraisy, jelas memperkuat posisi dakwah rasul di Makkah saat itu.

·         Dakwah dengan menggunakan media umum ( dakwah ‘ammah ).
Media –media umum yang bisa dipergunakan untuk dakwah tak luput dari perhatian rasulullah dalam menegakkan dakwah risalah. Pada masa ini yang perlu digaris bawahi adalah dipergunakannya momentum haji oleh rasulullah untuk dakwah, hingga berhasil bergabung dalam barisan dakwah beliau 12 orang dari suku Aus dan Khazroj dari Madinah pada musim haji. Pada musim haji berikutnya , 12 orang ini membawa 70 orang dari Madinah yang bersedia masuk Islam dan setia membela rasul dalam perjuangan dakwahnya. Peristiwa inilah yang dikenal dalam sejarah dengan sebutan Ba’aitul aqobah pertama dan Ba’aitul aqobah kedua.
·         Dakwah dengan tulisan ( surat )
Rasulullah tidak meninggalkan peran dunia tulis menulis dalam dakwahnya, meskipun beliau ditakdirkan sebagai seorarng yang buta huruf, lewat parea sahabatnya beliau menggunakan tulisan untuk menjangkau sasaran dakwah yang sangat jauh. Seperti beliau mengirim surat kepada para raja, untuk diajak beriman kepada Allah. Diantaranya yang berhasil masuk Islam adalah raja Najasi di Habasyah ( Ethiophia – Afrika ), yang dalam perjalanan dakwah Islam raja Najasyi kontribusinya tidak kecil. Kegiatan tulis menulis inilah yang dikemudian hari dikembangkan oleh para sahabat beliau dan para tabi’in untuk menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia. Bahkan di kalangan sahabat dan tabi’in, hampir semua ulama meninggalkan karya yang bisa dibaca dan diwriskan pada generasi berikutnya. Itulah beberapa point-point penting yang bisa disajikan dalam tulisan singkat ini, tentunya tak mungkin kita bahas semua strategi dakwah rasulullah pada kesempatan ini, karena terbatasnya waktu dan kesempatan. Namun yang paling penting bagaimana kita bisa meneladani strategi dakwah beliau , di era abad informasi ini, guna terus menggelorakan dakwah Islam di muka bumi ini.

2.3 Reaksi Kaum Quraisy Terhadap Dakwah Rasulullah Di Mekah
Reaksi kaum Quraisy terhadap gerakan Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. Begitu cepat berkembang dan hal tersebut sangat menghawatirkan para pemimpin dan pembesar Quraisy. Mereka takut bahwa kedudukan mereka yang semula begitu dihormati dan berkuasa akan menjadi tersaingi  dengan kekuatan Islam. Menurut pendapat mereka, tunduk kepada Rasulullah berarti sama dengan tunduk dan menyerahkan kepemimpinan atau kekuasaan kepada keluarga Muhammad, yaitu bani Abdul Muthalib. Diantara reaksi kaum Quraisy terhadap dakwah Rasulullah saw. Antara lain sebagai berikut.

1.      Kemarahan Kaum Quraisy
Kaum Quraisy marah karena menganggap bahwa ajaran yang disampaikan Nabi  Muhammad saw. Menghina tuhan-tuhan berhala mereka.

2.      Intimidasi terhadap Umat Islam
Kaum Quraisy memaksa budak-budak mereka yang telah masuk Islam untuk kembali kepada agama berhala. Apabila menolak maka mereka disiksa hingga mereka menyerah atau sekarat.

3.      Mempengaruhi Paman Rasulullah (abu Thalib)
Beberapa tokoh Quraisy menemui Abu Thalib dan meminta agar Muhammad menghentikan kegiatannya dalam menyiarkan Islam. Akan tetapiMuhammad saw. Menolak dan dengan tegas berkata kepada pamannya,” Demi Allah, wahai paman sekiranya mereka letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan pekerjaan ini (menyeru kepada agama Allah) sehingga ia tersiar (di muka bumi ini) atau aku akan binasa karenanya, tetapi aku tidak akan menghentikan pekerjaan ini.

4.      Penganiayaan dan Hijrah ke Habsyah
Kaum Quraisy melancarkan gangguan dan penghinaan kepada Rasulullah saw. Serta menyiksa hingga ke luar batas kemanusiaan terhadap pengikut-pengikut Beliau. Akhirnya Muhammad saw. Menganjurkan agar mereka hijrah ke Habsyah (Abesinia) yang masyarakatnya banyak menganut Kristen. Raja Habsyah pada saat itu bernama Najasyi dan dikenal sangat adil.

2.4 Substansi dan strategi dakwah rasulullah saw. Periode mekah
Bagian terpenting yang menjadi fokus dakwah Rasulullah saw. Periode Mekah dapat dilihat antara lain sebagai berikut.
1)               Memperbaiki akhlak masyarakat Mekah yang mengalami dekadensi moral, seperti tumbuh suburnya kebiasaan berjudi, minum Khamer, dan berzina.
2)               Memperbaiki dan meluruskan cara menyembah Tuhan. Agama berhala menyembah patung-patung. Rasulullah saw. Mengajak untuk beralih pada Islam yang hanya menyembah kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa serta menjauhi sikap musyrik.
3)               Menegakkan ajaran Islam tentang persamaan hak dan derajat di antara manusia.
4)               Mengubah kebiasaan bertaklid kepada nenek moyang dan meluruskan segala adat- istiadat, kepercayaan dan upacara-upacara keagamaan.
5)               Nabi Muhammad saw. berdakwah dengan sabar, ikhlas, dan tegas di antaranya dengan tidak memaksakan kehendak dan lemah lembut.

2.5 Hikmah Sejarah Dakwah Periode Mekah
     Hikmah yang dapat diperoleh dari sejarah dakwah Rasulullah pada periode Mekah, antara lain sebagai berikut.
a.              Menyadari bahwa melalui kesabaran dan keuletan dalam berjuang menegakkan agama Allah pasti akan mendapat pertolongan Allah swt.
b.             Memahami bahwa tugas seseorang rasul hanya sekadar menyampaikan risalah dari Allah swt. Seorang rasul tidak bisa memberi petunjuk  (hidayah), bahkan kepada keluarga atau orang yang sangat dicintainya.
c.              Memahami bahwa Allah swt. pasti akan menguji seseorang yang akan terpilih menjadi utusan atau rasul-Nya (QS Al Hajj: 75 dan Al Baqarah: 214).
d.             Memahami bahwa Nabi Muhammad saw. sangat bijaksana, pandai menggunakan kesempatan yang berharga, dapat menarik perhatian orang tanpa menimbulkan kebosanan (QS An Nahl: 125).
e.              Meneladani Nabi Muhammad saw. yang bergelar uswatun hasanah. Artinya, Tingkah laku dan amal perbuatan Rasulullah saw. sehari-hari adalah teladan yang baik, terutama terhadap ajaran Islam yang didakwahkannya.
f.               Melalui dakwah Rasulullah saw., umat manusia, khususnya umat Islam mendapatkan informasi mengenai agama yang diridai Allah.
g.             Melalui dakwah Islam, Rasulullah saw. memberikan pemahaman tentang hak dan persamaan derajat antara kaum perempuan dan laki-laki.
h.             Islam menegakkan ajaran persamaan derajat di antara manusia dan pemberantas perbudakan.
i.               Melalui penghapusan perbudakan, maka siapapun manusia status derajatnya di mata Allah adalah sama.

2.6 Penerapan Sikap Dan Perilaku
Adapun sikap dan perilaku yang dapat diterapkan antara lain adalah sebagai berikut :
1.         Membaca dan memahami perjuangan Nabi Saw, dan ikut serta menyiarkan Islam sebagai tatanan kehidupan manusia agar tercapai tujuan hidupnya, selamat dan sejahterah di dunia dan akhirat.
2.         Melaksanakan dan melestarikan sunnah Rasulullah yang tidak bertentangan dengan Al-Quran sesuai dengan kemampuan masing-masing.














BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Ketika menginjak usia 40 tahun, tepatnya malam 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M, di waktu Muhammad Saw. sedang berkontemplasi di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan menyuruh Muhammad saw. untuk membacanya, yaitu surat Al’Alaq ayat 1-5.
Rasulullah Saw adalah contoh terbaik, dalam menggerakkan dan mengelola dakwah. Keberhasilannya dalam mengajak manusia kepada agama Allah, terhitung spektakuler. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu 23 tahun beliau berhasil mengajak seluruh bangsa Arab dalam pelukan Islam, yang imbasnya secara alamiah dari generasi ke generasi Islam telah menyebar ke seantero jagad. Jumlah populasi muslim dunia ,kini yang mencapai kurang lebih 1.5 milyar tak lepas dari kiprah beliau selama 23 tahun tersebut. Bahasan di seputar keberhasilan dakwah, tak ada rujukan yang paling pantas kecuali merujuk pada warisan sunnah yang telah ditinggalkan manusia paling agung, yakni Muhammad Saw.
Reaksi kaum Quraisy terhadap gerakan Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. Begitu cepat berkembang dan hal tersebut sangat menghawatirkan para pemimpin dan pembesar Quraisy. Mereka takut bahwa kedudukan mereka yang semula begitu dihormati dan berkuasa akan menjadi tersaingi  dengan kekuatan Islam. Menurut pendapat mereka, tunduk kepada Rasulullah berarti sama dengan tunduk dan menyerahkan kepemimpinan atau kekuasaan kepada keluarga Muhammad, yaitu bani Abdul Muthalib. Diantara reaksi kaum Quraisy terhadap dakwah Rasulullah saw. Antara lain sebagai berikut.