KUMPULAN MAKALAH

Monday, October 28, 2019

MAKALAH PRAKARYA PRODUKSI REKAYASA INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TERAPAN)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Teknologi tepat guna adalah ada sebuah gerakan idelogis (termasuk manifestasinya) yang awalnya diartikulasikan sebagai intermediate technology oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrich "Fritz" Schumacher dalam karyanya yang berpengaruh, Small is Beautiful. Walaupun nuansa pemahaman dari teknologi tepat guna sangat beragam di antara banyak bidang ilmu dan penerapannya, teknologi tepat guna umumnya dikenal sebagai pilihan teknologi beserta aplikasinya yang mempunyai karakteristik terdesentralisasi, berskala relatif kecil, padat karya, hemat energi, dan terkait erat dengan kondisi lokal. Secara umum, dapat dikatakan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif seminimal mungkin dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan. Baik Schumacher maupun banyak pendukung teknologi tepat guna pada masa modern juga menekankan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang berbasiskan pada manusia penggunanya.
Teknologi tepat guna paling sering didiskusikan dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi dan sebagai sebuah alternatif dari proses transfer teknologi padat modal dari negara-negara industri maju ke negara-negara berkembang.[5][7] Namun, gerakan teknologi tepat guna dapat ditemukan baik di negara maju dan negara berkembang. Di negara maju, gerakan teknologi tepat guna muncul menyusul krisis energi tahun 1970 dan berfokus terutama pada isu-isu lingkungan dan keberlanjutan (sustainability). Di samping itu, istilah teknologi tepat guna di negara maju memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.[8] Secara luas, istilah teknologi tepat guna biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju.[4][9] Seperti dijelaskan di atas, bentuk dari "teknologi tepat guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu.

1.2 Rumusan Masalah
·         Apa itu Pengertian Teknologi Tepat Guna?
·         Apa itu Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna?
·         Apa Saja Manfaat Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna?

1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas adalah, adapun tujuan penulisan masalah ini adalah untuk mengetahui konsep dasar dari teknologi tepat guna.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Banyak teknologi saat ini yang mersuak bumi kita melalui polusi atau dengan menguras sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dilingkungan kita.Ada banyak teknologi yang dapat mengantikan praktik praktik lazim yang merusak. Teknologi ini disebut teknologi tepat guna. Apakah yang dimaksud dengan Teknologi Tepat Guna? Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat agar dapat disesuaikan dengan sapek aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.
Selain itu, teknologi tepat guna juga harus memenuhi persyaratan, yaotu sebagai berikut.
1.      Teknis, yang meperhatikan dan menjaga tata kelestarian lingkungan hidup, penggunaan secara maksimal bahan baku lokal,  menjamin   mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) produksi, secara teknis efektif dan efisien, mudah perawatan dan operasi, serta relatif aman dan mudah menyesuaikan terhadap perubahan.
2.      Ekonomis, yaitu efektif menggunakan modal, keuntungan kembalikepada produsen, dan jenis usaha koperatif yang mendorong timbul industri lokal.
3.      Sosial budaya yaitu memanfaatkan keterampilan yang sudah ada, menjamin perluasan lapangna kerja, menekan pergeseran tenaga kerja, menghindari konflik sosial budaya, dan meningkatkan pendapatan yang merata.

2.2 Berbagai Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna
Beberapa contoh produk rekayasa inovasi teknologi tepat guna antara lain sebagai berikut.
a.       Alat pengurai serat serabut kelapa
Bentuknya terdiri dari rol tunggal yang diberi paku-paku panjang untuk mengurai serabut kelapa sehingga terpisah dari serbuknya.
b.      Alat Pengering Hasil pertanian
1)      Misalnya alat pengering berbentuk rak (tray dryer), ciri cirinya sebagai berikut.
2)      Bentuknya persegi dan didalamnya berisi rak rak yang digunakan sebagai tempat bahan yang akan dikeringkan.
3)      Cocok untuk bahan yang berbentuk padat dan butiran.
4)      Sering digunakan untuk produk yang jumlahnya tidak terlalu besar.
5)      Waktu pengeringan umumnya lama (1 6jam).
c.       Alat Pencetak Briket
Alat pencetak briket berupa kempa yang memeiliki fungsi mencetak briket dari bahan organik, seperti kotoran sapi baru serta limbah pertanian yang mengandung karbon tinggi seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, daun daunan,serbuk arang, serbuk batu bara, arang biomassa, dan arang sekam. Tekanan yang dihasilkan oleh kempa dapat berasal dari hidrolik maupun tekanan mekanik menggunakan ulir. Briket sebagai bahan bakar rumah tangga di daerah perdesaan dengan hasil cetakan berbentuk slinder.
d.      Alat pengambilan Zat Warna alam Indigo
Proses pengambilan zat warna alam indigo yaitu dengan melakukan aerasi pada cairan hasil rendaman daun dari tanaman Indigofera tinctoria L. Sirkulasi air dengan menggunakan pompa memungkinkan terjadinya proses aerasi.
e.       Alat Perajang Sampah Organik
Mesin pecahan ini berfungsi untuk mencacah sumpah khususnya sampah organik. Mesin digerakkan oleh motor dan menggunakan blade untuk memotong sampah. Pencacahan sampah organik dimaksudkan untuk mempercepat proses pengomposan menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah.

2.3 Manfaat Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna
a.       Teknologi tepat guna bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhannya, pemecahan masalahnya, dan penambahan hasil produksi yang makin meningkat dari biasanya.
b.      Teknologi tepat guna rellatif mudah dipahami mekanismenya, mudah dipelihara, dan mudah di terapkandalam kehidupan sehari hari.
c.       Memacu kreativitas dan inovatif pembuatnya untuk terus berkarya mencapai optimal.
d.      Terciptanya lapangan pekerjaan untuk mewujudkan karya inovasi.



2.4 Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna Dalam Pembuatan Zat Warna Alam Indigo
Kain batik merupakan warisan budaya asli Indonesia. Kain baik yang menggunakan zar warna alam memiliki nilai jual atau nilai ekonomi yang tinggi, karena memiliki nilai seni dan warna khas serta ramah lingkungan sehingga berkesan etnik dan ekslusif. Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan, seperti, akar, kayu, daun, biji, ataupun bunga. Pada dasarnya zat warna alami dapat digunakan untuk mewarnai semua serat tekstil yang berasal dari serat alam maupun semisintesis.
Pengambilan zat warna alam, dalam hal ini warna biru diambil dari daun tanaman Indigofera tinctoria L, (tom/tarum/nila). Produks rekayasa inivasi teknologi tepat guna yang dimanfaatkan untuk pembuatan zat warna ini adalah spray aerator. Adapun produk zat warna alam yang dihasilkan menggunakan alat spray aerator disebut pasta indigo. Spray aerator dapat mempermudah dalam proses produksi pengambilan zat warna alam indigo.
Dalam pembuatan zat warna alam anda juga harus memperhatikan pola integrasi teknoekologis, yang berarti bahwa yang dihaasilkan berupa zat warna alami merupakan produk yang ramah lingkungan.
1.      Desain Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna Spray Aerator dalam Pembuatan Zat Warna Alam Indigo



2.      Alat yang Digunakan
a.       Alat Pembuatan Spray Aerator
·         Bor listrik
·         Mesin las
b.      alat Pembuatan Zat Warna Alam Indigo
·         Ember untuk merendam daun Indigofera tinctoria L.
·         Spray aerator digunakan untuk mengaerasi cairan hasil rendaman.
·         Keranjang, kain, dan ember digunakan untuk memisahkan antara pasta dan air.

3.      Bahan yang Digunakan
a.       Bahan Pembuatan Spray aerator
·         Drum bekas untuk membuat tangki.
·         Paralon yang diberi lubang banyak sebagai sprayer.
·         Pipa paralon, untuk sirkulasi larutan yang dipompa.
·         Keran pengatur dan pompa air.
·         Sakelar dan kabel.
·         Rangka penopang tangki.
·         Pompa air.
·         Sumber energi listrik AC220 V
b.      Bahan Pembuatan Zat Warna alam Indigo
·         Larutan CaO (kapur tohor) yang berfungsi mengikat zat warna yang terdapat pada tanaman.
·         Air untuk merendam daun tanaman.
·         Tanaman Indigofera tinctoria L.
2.5 Proses Pembuatan karya Inovasi Teknologi Tepat Guna Spray Aerator dalam Pembuatan zat Warna Alam Indigo
a.       Proses Pembuatan Spray Aerator
Sediakan bahan bahanyang dibedakan menjadi bahan bahan yang digunakan untuk pembuatan spray aetator, bahan pembuat tangki penampung, serta bahan bagian rangka dan pemipaan. Bahan bahan tersebut didukung dengan peralatan pendukung dalam proses produksi. Dalam proses produksi tiap tiap bagian tersebut dibuat, kemudian dirakit menjadi spray aerator. Pengujian alat menggunakan pompa air yang dipasang menggunakan sumber energi listrik AC220 V.

b.      Proses Pembuatan Zat Warna Alam Indigo Biru
1)      Proses hidrolisis/Perendaman : 1 kg daun indigo segar (dengan rantingnya) direndam dalam 5 liter air, usahakan daun berada di bawah permukaan air.
2)      Proses Aerasi :Air hasil rendaman diaerasimenggunakan alat spray aerator. Pada saat proses aerasi ditambahkan larutan kapur (caO) dengan perbandingan satu kilogram daun sebanyak 30 gram kapur. Pada proses ini, air rendaman yang semula berwarna hijau akan berubah menjadi biru.
3)      Proses sedimentasi/Pengendapan : Cairan yang dihasilkan dari proses aerasi diendapkan dan ditampung dalam ember. Pisahkanair dari endapannya yang sudah berbentuk pasta (saring dengan kain halus)! simpan pasta indigo pada tempat kering dan sejuk!

c.       Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Dalam proses pembuatan karya inovasi teknologi tepat guna, Anda juga harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan di tempat kerja, serta sumber dan proses produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
Keselamatan kerja mencakup pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan terhadap tenaga kerja dari kemungkinan terjadinya kecelakaan sebagai akibat dari kondisi kerja yang tidak aman, dan/atau tidak sehat.
Peralatan keselamatan kerja yang digunakan dalam pembuatan alat yang mendukung proses produksi, antara lain sarung tangan, kacamata, helm, pakaian praktik, safety shoes, pelindung telinga, dan masker pelindung saluran pernapasan.





BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Teknologi Tepat Guna merupakan teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat setempat.
Sebelum menggunakan TTG, terlebih dahulu kita lakukan penerapan dari TTG tersebut kepada masyarakat. Dengan adanya penerapan ini di harapkan masyarakatnya berubah dan mengerti tentang manfaat TTG dan mampu menggunakan TTG tersebut dengan sebaik mungki. Sehingga penggunaa dari TTG tersebut bermanfaat bagi masyarakat, yaitu dapat memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat  karena kebutuhan masyarakat semakin hari semakin meningkat.

3.2    Saran
Teknologi tepat guna apabila dimanfaatkan dengan baik maka akan memeperoleh hasil yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.










DAFTAR PUSTAKA

http://arifh.blogdetik.com
http://balitbang.sumutprov.go.id
http://fujimori94.blogspot.com/2013/05/teknologi-tepat-guna.html
http://kampus.okezone.com
http://m-haritsyah.blogspot.com/2012/07/pengertian-teknologi-tepat-guna-ttg.html

MAKALAH KERAJINAN DARI BAHAN SABUN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mandi merupakan sebuah aktivitas yang sudah menjadi hal rutin yang harus dilakukan oleh semua orang agar tubuh selalu bersih, wangi dan juga sehat. Untuk aktivitas mandi ini, dianjurkan melakukannya dua kali sehari agar tubuh tetap sehat dan tentunya terhindar dari kuman dan juga kotoran.
Berbicara tentang mandi, pastinya tidak akan bisa terlepas dengan apa yang kita gunakan ketika mandi, yakni sabun. Semua orang di seluruh dunia pastinya menggunakan sabun saat mandi. Karena sabun bisa membuat tubuh kembali bersih dan wangi setelah berkeringat karena beraktifitas sepanjang hari.
Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen.
Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion. Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali.
Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.

1.2 Rumusan Masalah
·         Apa itu Sabun
·         Apa bagaimana membuat kerjainan dari bahan sabun

1.3 Tujuan
Untuk Mengasah kreatifitas dan mambangun kelompok sosial yang baik.


















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah
Tak ada catatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai menggunakan sabun. Konon, tahun 600 SM masyarakat Funisia di mulut Sungai Rhone sudah membuat sabun dari lemak kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkannya dalam berdagang dengan bangsa Kelt, yang sudah bisa membuat sendiri sabun dari bahan serupa. Pliny menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai bahan cat rambut dan salep dari lemak dan abu pohon beech yang dipakai masyarakat di Gaul, Prancis. Tahun 100 masyarakat Gaul sudah memakai sabun keras. Ia juga menyebut ada terdapat pabrik sabun di Pompei yang berusia 2000 tahun, yang belum tergali.
Di masa itu sabun lebih digunakan sebagai obat. Baru belakangan ia dipakai sebagai pembersih, seperti kata Galen, ilmuwan Yunani, di abad II. Tahun 700-an di Italia membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. Seabad kemudian muncul bangsa Spanyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. Sedangkan Inggris baru memproduksi tahun 1200-an. Secara berbarengan Marseille, Genoa, Venice, dan Savona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak zaitun setempat serta deposit soda mentah. Akhir tahun 1700-an Nicolas Leblanc, kimiawan Prancis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa.
Sabun pun makin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau bagi semua orang. Di Amerika Utara industri sabun lahir tahun 1800-an. “Pengusaha-“nya mengumpulkan sisa-sisa lemak yang lalu dimasak dalam panci besi besar. Selanjutnya, adonan dituang dalam cetakan kayu. Setelah mengeras, sabun dipotong-potong, dan dijual dari rumah ke rumah. Begitupun, baru abad XIX sabun menjadi barang biasa, bukan lagi barang mewah.
Seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan sabun yang digunakan untuk aktifitas mandi pun berkembang di daerah Mediterania dan Arab. Setelah abad kedelapan, banyak negara di Eropa yang menjadi produsen sabun, termasuk, Italia, Spanyol, Perancis, dan Inggris. Sebagian produsen menggunakan minyak zaitun ynag telah terkenal khasiatnya sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Bagi produsen yang tidak dapat memperoleh minyak zaitun seperti Inggris dan Perancis, mereka hanya menggunakan lemak hewan dan minyak yang kurang berkualitas sehingga kualitas sabun yang dihasilkan pun kurang bersaing.
Pada jaman modern ini, sabun mandi yang digunakan telah berevolusi. Sabun tidak lagi menggunakan lemak hewan dan minyak tumbuhan alami. Dengan menggunakan teknologi tinggi dan material yang terdapat di alam serta diambil ekstrak terbaiknya, didapatlah sabun yang ternyata memiliki sedikit kesamaan dengan sabun untuk mandi di jaman kuno. Jadi, sekarang kita semua sudah tahu ternyata sabun untuk mandi telah muncul dan berkembang sejak ribuan tahun yang lalu.

2.2 Cara Membuat Kerajinan dari bahan sabun
Bahan-bahan yang di butuhkan :
·         Sabun mandi
·         Pensil
·         Alat ukir tajam atau ujung paser
·         Pisau
·         Kuas halus

Langkah langkahnya sebagai berikut :
1.      Pertama siapkan bahan-bahan yang sudah di sebutkan tadi
2.      Kedua buat sketsa pada kertas sesuai dengan perencanaan kerajinan sabun yang akan dibuat
3.      Buat sketsa yang sudah direncanakan pada sabun dengan menggunakan paser
4.      Ukir bagian luar seketsa dengan pisau, sehingga nampak pola dari sketsa yang di rencanakan.
5.      Setelah selesai di ukir bersihkan sisa-sisa parutan sabun yang masih menempel pada bagian yang diukir dengan kuas sehingga ukiran terlihat jelas.
6.      Jika ingin memperoleh hasil yang rapi gunakan amplas paling halus untuk merapikan dan gososkan dengan pelan-pelan karena sabun mudah rusak.













BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Mengukir sabun adalah bentuk kreasi yang sangat mudah dilakukan dan tidak perlu keahlian khusus. Cara untuk membuat ukiran sabun sangatlah mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Selain bisa untuk hiasan rumah, sebagai hadiah, kreasi ini juga dapat mendatangkan keuntungan. Bisnis souvenir dari sabu akan memberikan nilai eksklusif dalam sebuah usaha sampingan. Selain itu sabun juga bisa untuk pengharum ruangan.

3.2 Hambatan
1.            Ketika tidak hati-hati tangan terkena oleh cutter.
2.            Untuk pemula, terasa sedikit sulit untuk membuat sabun ukir.
3.            Memerlukan kehati-hatian dan ketelitian.

3.3 Kritik dan Saran
1.            Pilihlah sabun sesuai warna yang akan kita bentuk.
2.            Hati-hati ketika mengukir sabun, karena jika salah sulit untuk diperbaiki.
3.            Gunakan masker agar tidak menghirup serbuk dari sabun.
4.            Gunakan alas agar sabun mudah dibersihkan.
5.            Hati-hati dalam menggunakan cutter karena tajam, jangan sampai terkena tangan.

Friday, September 27, 2019

Makalah Menghidupkan Nurani dengan Berpikir Kritis


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berpikir merupakan fungsi dari akal yang dianugerahkan kepada manusia. Dengan berpikir, manusia akan dapat memanfaatkan akalnya untuk memahami hakikat segala sesuatu. Hakikat segala sesuatu adalah kebenaran, dan kebenaran yang sejati adalah Allah Swt. Dengan berpikir, manusia akanmengenal Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Maka, berpikir adalah awal perjalanan ibadah yang tanpa-Nya ibadah menjadi tak bernilai.
Jika berkaitan dengan  ibadah tentuya sudah ada ketentuan yang terperinci dari Allah Swt. Disamping itu, dalam menjalankan kehidupan ini, tentunya kita pasti menghadapi berbagai hal yang harus dihadapi dengan sebaik-baiknya. Adapun solusi dalam kehidupan ini untuk menghadapi berbagai masalah selain dengan ibadah yakni dengan musyawarah.Musyawarah adalah suatu kelaziman fitrah manusia dan termasuk tuntutan stabilitas suatu masyarakat. Musyawarah bukanlah tujuan pada asalnya, melainkan disyariatkan dalam agama islam untuk mewujudkan keadilan di antara manusia dan juga untuk memilih perkara yang paling baik bagi mereka sebagai perwujudan tujuan-tujuan syariat dan hukum-hukumnya.
Sebagai warga negara yang baik, dalam bermusyawarah kita harus mengedepankan kepentingan bersama, jangan hanya mengedepankan kepentingan pribadi. Termasuk dalam pemberian dan penerimaan suatu pendapat pun kita harus tetap memperhatikan cara berpikir kritis serta cara bersikap yang demokratis. Berikan masukan dengan berpikir secara kritis dan menghormati pendapat orang lain.Oleh karenanya, kita diharuskan agar mampu untuk bertindak secara demokratis agar dapat menjalankan kehidupan ini dengan sebaik mungkin.
Dalam Al-Qur’an banyak terdapatayat-ayat yang menyerukan manusia untuk memperhatikan, merenung dan memikirkan penciptaan Allah baik yang di langit, bumi maupun diantara keduanya. Dengan adanya hal ini, maka manusia dituntut agar mampu untuk berpikir secara kritis terhadap penciptaan Allah serta memahami dan merenungkan apa makna yang tersirat di dalamnya.
Selain dituntut untuk mampu berpikir secara kritis, manusia juga dituntut agar mampu untuk bertindak secara demokratis.Pengertian dari demokrasi itu sendiri merupakan suatu paham yang didalamnya mengandung asas-asas musyawarah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW.semasa hidup beliau dan diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’anul-Karim. Indonesia juga merupakan negara demokrasi, akan tetapi demokrasi di Indonesia adalah demokrasi pancasila yang didasarkan pada sila-sila yang terdapat dalam pancasila tersebut.
Seperti halnya ajaran islam demokrasi juga menjunjung nilai persatuan dan kesatuan, maka dari itu kita sebagai generasi bangsa indonesia haruslah tahu tentang demokrasi. Maka dari itu, penulis akan mengkaji hal-hal  mengenai berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat-ayat Al-Qur’an yang akan membahas tentang hakikat seta manfaatdari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1)      Apa sajakah hakikat dan manfaat dari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat Al-Qur’an ?
2)      Ayat Al-Qur’an yang mana sajakah yang membahas tentang hakikat serta manfaatdari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis ?
3)      Apa saja sikap dan perilaku terpuji yang dapat dikembangkan terkait dengan berpikir kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat Al-Qur’an ?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1)      Untuk mengetahui apa sajakah hakikat dan manfaat dari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayatAl-Qur’an.
2)      Untuk mengetahui ayat Al-Qur’an yang mana sajakah yang membahas tentang hakikat serta manfaatdari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis.
3)      Untuk mengetahui apa saja sikap dan perilaku terpuji yang dapat dikembangkan terkait dengan berpikir kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat Al-Qur’an.

D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1)      Bagi guru, diharapkan dapat menjadikan karya tulis ini sebagai bahan masukan dalam mengajarkan siswa untuk dapat memahami hakikat berpikir kritis dan bertindak secara demokratis sesuai dengan ayat Al-Qur’an.
2)      Bagi pelajar diharapkan agar karya tulis ini dapat dijadikan pembelajaran agar lebih mengetahui apa saja hakikat dan manfaat dari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis sesuai dengan ayat Al-Qur’an.


















BAB II
PEMBAHASAN

A. Apa Itu “Berpikir Kritis” ?
Berpikir kritis, sifat ini adalah sikap dan perilaku yang berdasarkan data dan fakta yang valid (sah) serta argumen yang akurat. Warga negara yang demokrat hendaknya selalu bersikap kritis, baik terhadap kenyataan empiris (realitas sosial,budaya, dan politik) maupun terhadap kenyataan supraempiris (agama, mitologi, dan kepercayaan). Sikap kritis juga harus ditujukan pada diri sendiri.Sikap kritis pada diri sendiri itu tentu disertai sikap kritis terhadap pendapat yang berbeda.
Tentu saja sikap kritis ini harus didukung oleh sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang drkritisi.Sikap kritis dalam suasana demokrasi juga perlu didukung dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara damai.Masalah yang berasal dari perbedaan pendapat dapat berujung konflik, untuk itu perlu ditekankan penyelesaian masalah dilakukan dengan damai bukan kekerasan.

B. Peta Konsep

Cermati fenomena alam di bawah ini! Kemudian, lakukan tanya-jawab terkait pesan-pesan yang dikandungnya!

 

C. Tadarus al-Qurān 5-10 Menit sesuai Tema
Kewajiban untuk tadarus al-Qurān dengan sebenar-benarnya (Q.S.alBaqarah/2:121) bertujuan menumbuhkan keinginan peserta didik untuk mentadabburi dan mengetahui manfaatnya. Seperti paham makna al-Qurān dan mengetahui rahasia keagungan-Nya. Dengan mengetahui manfaatnya, peserta didik diharapkan dapat melaksanakan dan mengikutinya karena al-Qurān sudah membekas dalam jiwa (Q.S. Tahā/20:112-113,Q.S. al-Baqarāh/2:38), sehingga peserta didik akan memperoleh ketenteraman dan kebahagiaan (Q.S.Tahā/20:2-3).
Oleh karena itu, sebelum kalian memulai pembelajaran, lakukan tadarus al-Qurān secara tartil selama 5-10 menit dengan kelompok kalian masing-masing dipimpin oleh ketua kelompok. Ayat-ayat yang dibaca akan ditentukan oleh Bapak/Ibu guru kalian.

D. Menganalisis dan Mengevaluasi Makna Q.S. Ali-Imran/3:190-191 serta Hadis tentang Berfikir Kritis
Berpikir kritis didefinisikan beragam oleh para pakar. Menurut Mertes, berpikir kritis adalah “sebuah proses yang sadar dan sengaja yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi informasi dan pengalaman dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang memandu keyakinan dan tindakan”.
Berangkat dari definisi di atas, sikap dan tindakan yang mencerminkan berpikir kritis terhadap ayat-ayat Allah Swt. (informasi Ilahi) adalah berusaha memahaminya dari berbagai sumber, menganalisis, dan merenungi kandungannya. Kemudian menindaklanjuti dengan sikap dan tindakan positif.
1)      Baca dengan Tartil Ayat al-Quran dan Terjemahannya yang Mengandung Perintah Berpikir Kritis.
Salah satu mukjizat al-Quran adalah banyaknya ayat yang memuat informasi terkait dengan penciptaan alam dan menantang para pembacanya untuk merenungkan informasi Ilahi tersebut. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah Swt. dalam Q.S. ²li 'Imran/3:190-191 berikut ini.







Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah Swt.) bagi orangorang yang berakal, yaitu orang-orang yang senantiasa mengingat Allah Swt. dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, dan memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari siksa api neraka”.

2)      Penerapan Tajwid
Pelajari hukum tajwid pada tabel berikut!

3)      Kosakata Baru:

  
4)      Asbabun Nuzul
At-Tabari dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abas r.a.,bahwa orangorang Quraisy mendatangi kaum Yahudi dan bertanya,”Bukti-bukti kebenaran apakah yang dibawa Musa kepadamu?” Dijawab, “Tongkatnya dan tangannya yang putih bersinar bagi yang memandangnya”.

5)      Tafsir/Penjelasan Ayat
Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah saw. minta izin untuk beribadah pada suatu malam, kemudian bangunlah dan berwudu lalu salat. Saat salat, beliau menangis karena merenungkan ayat yang dibacanya. Setelah salat beliau duduk memuji Allah Swt. dan kembali menangis lagi hingga air matanya membasahi tanah.

E. Menyajikan Keterkaitan antara Berpikir Kritis dengan Ciri Orang Berakal (Ulil Albab) sesuai Pesan Q.S. Āli-Imrān/3: 190-191
Definisi tentang berpikir kritis disampaikan oleh Mustaji. Ia memberikan definisi bahwa berpikir kristis adalah “berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan”. Contohnya adalah kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan “membuat ramalan”, yaitu membuat prediksi tentang suatu masalah. Seperti memperkirakan apa yang akan terjadi besok berdasarkan analisis terhadap kondisi yang ada pada hari ini.
harus ada pertimbangan akal sehat. Jangan dilakukan perbuatan yang akan menempatkan kita di posisi yang rendah di akhirat. “Berpikir sebelum bertindak”, itulah motto yang harus menjadi acuan orang “cerdas”. Pelajari baik-baik sabda Rasulullah saw. berikut ini.


Artinya: Dari Abu Ya’la yaitu Syaddad Ibnu Aus r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Orang yang cerdas ialah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya dan suka beramal untuk kehidupannya setelah mati. Sedangkan orang yang lemah ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan berharapkepada Allah Swt. dengan harapan kosong”. (HR. At-Tirmizi dan beliau berkata: Hadis Hasan).
Dalam hadis ini Rasulullah saw. menjelaskan bahwa orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang pandangannya jauh ke depan, menembus dinding duniawi, yaitu hingga kehidupan abadi yang ada di balik kehidupan fana di dunia ini. Tentu saja, hal itu sangat dipengaruhi oleh keimanan seseorang kepada adanya kehidupan kedua, yaitu akhirat. Orang yang tidak meyakini adanya hari pembalasan, tentu tidak akan pernah berpikir untuk menyiapkan diri dengan amal apa pun. Jika indikasi “cerdas” dalam pandangan Rasulullah saw. adalah jauhnya orientasi dan visi ke depan (akhirat), maka pandangan-pandangan yang hanya terbatas pada dunia, menjadi pertanda tindakan “bodoh” atau “jahil” (Arab, kebodohan=jahiliyah). Bangsa Arab pra Islam dikatakan jahiliyah bukan karena tidak dapat baca tulis, tetapi karena kelakuannya menyiratkan kebodohan, yaitu menyembah berhala dan melakukan kejahatan-kejahatan. Orang “bodoh” tidak pernah takut melakukan korupsi, menipu, dan kezaliman lainnya, asalkan dapat selamat dari jerat hukum di pengadilan dunia. Jadi, kemaksiatan adalah tindakan “bodoh” karena hanya memperhitungkan pengadilan dunia yang mudah direkayasa, sedangkan pengadilan Allah Swt. di akhirat yang tidak ada tawar-menawar malah ”diabaikan”. Orang-orang tersebut dalam hadis di atas dikatakan sebagai orang “lemah”, karena tidak mampu melawan nafsunya sendiri. Dengan demikian, orang-orang yang suka bertindak bodoh adalah orang-orang lemah.

Orang yang cerdas juga mengetahui bahwa kematian dapat datang kapan saja tanpa diduga. Oleh karena itu, ia akan selalu bersegera melakukan kebaikan (amal saleh) tanpa menunda.
Rasulullah saw. bersabda:





Artinya: Dan dari Abu Hurairah ra. yang berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya tujuh perkara yaitu: Apa yang kalian tunggu selain kemiskinan yang melalaikan, atau kekayaan yang menyombongkan, atau sakit yang merusak tubuh, atau tua yang melemahkan, atau kematian yang cepat, atau Dajjal, maka ia adalah seburuk buruknya makhluk yang dinantikan, ataukah kiamat, padahal hari kiamat itu adalah saat yang terbesar bencananya serta yang terpahit dideritanya?” (HR. At-Tirmizi dan beliau berkata: Hadis hasan).

F. Manfaat Berpikir Kritis
Adapun manfaat berfikir kritis di antaranya adalah sebagai berikut.
1.      Dapat menangkap makna dan hikmah di balik semua ciptaan Allah Swt.
2.      Dapat mengoptimalkan pemanfaatan alam untuk kepentingan umat manusia.
3.      Dapat mengambil inspirasi dari semua ciptaan Allah Swt. Dalam mengembangkan IPTEK.
4.      Menemukan jawaban dari misteri penciptaan alam (melalui penelitian).
5.      Mengantisipasi terjadinya bahaya, dengan memahami gejala dan fenomena alam.
6.      Semakin bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah akal dan fasilitas lain, baik yang berada di dalam tubuh kita maupun yang ada di alam semesta.
7.      Semakin bertambah keyakinan tentang adanya hari pembalasan.
8.      Semakin termotivasi untuk menjadi orang yang visioner.
9.      Semakin bersemangat dalam mengumpulkkan bekal untuk kehidupan di akhirat dengan meningkatkan amal saleh dan menekan/meninggalkan kemaksiatan.

G. Menerapkan Perilaku Mulia
Berikut ini adalah sikap dan perilaku terpuji yang harus dikembangkan terkait dengan berpikir kritis berdasarkan ayat al-Qur'an dan hadis di atas yaitu sebagai berikut.
1.      Senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah akal sehat.
2.      Senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah alam semesta bagi manusia.
3.      Melakukan kajian-kajian terhadap ayat-ayat al-Quran secara lebih mendalam bersama para pakar di bidang masing-masing.
4.      Menjadikan ayat-ayat al-Quran sebagai inspirasi dalam melakukan penelitianpenelitian ilmiah untuk mengungkap misteri penciptaan alam.
5.      Menjadikan ayat-ayat kauniyah (alam semesta) sebagai inspirasi dalam mengembangkan IPTEK.
6.      Mengoptimalkan pemanfaatan alam dengan ramah untuk kepentingan umat manusia.
7.      Membaca dan menganalisis gejala alam untuk mengantisipasi terjadinya bahaya.
8.      Senantiasa berpikir jauh ke depan dan makin termotivasi untuk menjadi orang yang visioner.
9.      Senantiasa berupaya meningkatkan amal salih dan menjauhi kemaksiatan sebagai tindak lanjut dari keyakinanannya tentang adanya kehidupan kedua di akhirat dan sebagai perwujudan dari rasa syukur kepada Allah Swt. Atas semua anugerah-Nya.
10.  Terus memotivasi diri dan berpikir kritis dalam merespon semua gejala dan fenomena alam yang terjadi.
  

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun simpulan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.           Berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat Al-Qur’an merupakan perilaku yang pada hakikatnya memiliki banyak manfaat, terutama dalam hal bersyukur dan memecahkan masalah melalui proses kerja sama dalam musyawarah.
2.           Ayat Al-Qur’an yang membahas tentang hakikat serta manfaatdari berpikir secara kritis dan bersikap secara demokratis adalah Q.S. Ali-‘Imran ayat 190-191dan Q.S. Ali-‘Imran ayat 159.
3.           Pengembangan sikap dan perilaku terpuji terkait dengan berpikir kritis dan bertindak secara demokratis merupakan hal penting yang perlu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari guna perwujudan implementasi nyata dari ayat Al-Qur’an.

B. Saran

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk itu kepada guru pembimbing yaitu Bapak Ahmad Idris Jatnika, S.Ag.saran dan kritik sangatlah diperlukan oleh penulis agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya. Dan semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca yang ingin mengkaji tentang hakikat dan manfaat dari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat Al -Qur’an, ayat Al-Qur’an yang mana saja yang membahas tentang hakikat serta manfaat dari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis, serta sikap dan perilaku terpuji apa saja yang dapat dikembangkan terkait dengan berpikir kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat-ayat Al-Qur’an.