KUMPULAN MAKALAH

Tuesday, March 10, 2020

MAKALAH INTEGRASI INDONESIA DENGAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG DALAM KONTEKS PASAR BEBAS


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Aktivitas perdagangan sudah menjadi kegiatan yang mempengaruhi interaksi antarnegara, hal tersebut menjadi penting dalam ekonomi internasional karena perdagangan telah menyebabkan perubahan-perubahan mendasar bagi hubungan antarnegara. Dalam perspektif ekonomi politik, perdagangan internasional selalu berkaitan dengan aspek-aspek politik, artinya adalah perdagangan internasional merupakan kegiatan jual-beli atau tawar-menawar dalam ruang lingkup yang luas. Maka dari itu, aspek politik dibutuhkan dalam kegiatan perdagangan internasional sebagai interaksi antarnegara. Adapun keterlibatan aspek politik dalam perdagangan internasional tidak dapat dipungkiri jika sebuah perdagangan memiliki keterikatan yang sangat kuat dan juga bahkan sedikit tidak terikat.1
Sebagai Negara-Bangsa aspek politik sangat berperan dalam kegiatan perekonomian. Masing-masing Negara mempunyai strategi politik dan ekonomi yang berbeda-beda dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menstabilkan Negaranya. Salah satu cara agar setiap Negara dapat memiliki peningkatan yaitu dengan cara menjalin kerjasama dengan Negara lain. Kerjasama dibidang perekonomian tidak hanya dilakukan oleh setiap Negara berkembang dengan Negara berkembang saja, melainkan dapat dilakukan oleh Negara yang telah maju dengan Negara yang sedang berkembang.

1.2 Rumusan Masalah
·         Apa maksud dengan Negara Maju?
·         Apa saja Ciri-ciri Negara Maju
·         Apa maksud dengan Negara Berkembang?
·         Apa saja Ciri-ciri Negara Berkembang?



1.3 Tujuan
Dalam materi ini menjabarkan tentang interaksi Indonesia dengan Negara maju dan berkembang dalam konteks pasar bebas untuk menambah wawasan siswa dalam bidang geografi.





















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Negara Maju
Pengertian negara maju adalah negara yang memiliki standar hidup yang tinggi dengan indikasi perekonomian yang sudah merata, penggunaan teknologi tinggi dan telah berhasil dalam berbagai bidang.
Bentuk kota negara maju dirancang dengan pola metropolis galaktika, metropolis bintang, metropolis cincin, menyebar, dan juga memusat. Pola tata kota ini betul-betul diperhatikan oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan hidup masyarakatnya.
Mayoritas penduduk di negara maju memiliki kemampuan baca tulis yang tinggi. Penduduk sadar betul akan pentingnya pendidikan.
Majunya pembangunan sosial di negara maju tidak lepas dari adanya peran pemerintah dalam menyediakan jaminan sosial yang berguna untuk memproteksi masyarakat dari risiko kehilangan pekerjaan.
Misalnya jaminan atas hamil, kecelakaan kerja, sakit, cacat, dan juga jaminan masa tua. Di negara maju, hampir 50% pendapatan nasional bruto yang diperoleh negara dialokasikan untuk memberikan layanan sosial dan juga layanan kesehatan.

2.1.1 Ciri Ciri Negara Maju
Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju apabila memiliki ciri-ciri yang diantaranya adalah:
·         Pendapatan per kapita penduduk tinggi.
·         Tingkat pendidikan yang tinggi dan kesehatan fisik yang baik
·         Penduduknya lebih banyak bekerja pada sektor industri dan jasa daripada pertanian
·         Rata-rata usia hidupnya lebih baik dan persentasi buta hurufnya rendah
·         Ekspor tidak bergantung pada produk primer.
·         Jumlah penduduk relatif rendah karena tingkat kelahiran terkontrol.
·         Berorientasi pada perdagangan dalam dan luar negeri
·         Kemajuan teknologi dan pembangunan ekonomi bergerak cepat
·         Negara maju lebih lama merasakan kemerdekaan
·         Standar hidup tinggi
·         Keadaan kuantitas dan kualitas makanan baik
·         Modal negara melebihi kebutuhan
·         Tidak bergantung pada negara lain.

2.1.2 Contoh Negara Maju
Mayoritas negara maju berada di wilayah benua Eropa, utamanya yang tergabung dalam Uni Eropa. Berikut ini adalah beberapa contoh dari negara maju yang terletak di Benua Amerika, Australia, Asia dan juga Eropa
a. Contoh Negara Maju di Benua Asia
Singapura, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Israel, Taiwan.
b. Contoh Negara Maju di Benua Eropa
Austria, Denmark, Estonia, Belgia, Perancis, Republik Cheko, Yunani, Irlandia, Luxemburg, Italia, Belanda, Portugal, Rusia, Swedia, Spanyol, Monaco, Malta, Slovenia, Norwegia, Siprus, Vatikan, dan masih banyak lagi.
c. Contoh Negara Maju di Benua Amerika
Hanya ada dua negara yaitu Kanada dan Amerika Serikat
d. Contoh Negara Maju di Benua Australia dan Oceania
Australia dan Selandia Baru
Penggolongan negara maju dan berkembang kadang berbeda antara satu dengan lainnya. ini bisa dikarenakan sumber datanya berbeda (IMF, UN, HDI, World Bank) atau tahun terbitan data.


2.2 Pengertian Negara Berkembang
Dalam definisi ilmu sosial, negara berkembang adalah negara dengan pendapatan rata-rata (income perkapita) yang relative rendah, indeks perkembangan manusia tercatat dibawah standar normal global, dan infrastruktur yang masih relative berkembang.
Pembangunan di negara berkembang masih belum maksimal. Pendapatan penduduk di sektor swasta dan juga pemerintahan tergolong rendah.
Tidak hanya itu, daya saing negara berkembang di pasar Internasional juga rendah. Sektor swasta maupun pemerintahan memiliki tabungan yang minim dan tingginya utang kepada pihak luar negeri. Finansial pemerintah maupun swasta bergantung pada pinjaman asing, investasi swasta dari luar dan juga bantuan dari negara lain.
Negara berkembang secara sengaja membatasi pengeluaran untuk sektor sosial sebab dana dialokasikan ke sektor lain yang dirasa lebih urgent. seperti misalnya infrastruktur ataupun pendidikan. Bahkan negara tertentu tidak menyediakan jaminan sosial bagi penduduk yang cacat, hamil, pengangguran, sakit, dan mati.
PBB membagi negara berkembang kedalam 3 kelompok, yakni negara terbelakang (developing nations), negara yang sedang berkembang (developing nations) dan Negara pengekspor minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries).

2.2.1 Ciri Ciri Negara Berkembang
Berikut ini adalah Ciri-ciri negara berkembang serta karakteristik  yang dimiliki oleh negara berkembang.
·         Pendapatan yang rendah
·         Standar kehidupan yang masih rendah
·         Rendahnya produktivitas masyarakat
·         Angka pertumbuhan penduduk yang tinggi
·         Angka ketergantungan pada pihak Asing dan pengangguran tinggi
·         Mayoritas penduduk bergantung pada sector produk primer dan pertanian
·         Lemah dalam aspek hubungan internasional
·         Minimnya modal yang digunakan untuk pembangunan
·         Ketersediaan lahan kerja dan tenaga kerja yang tidak seimbang
·         Penerapan teknologi yang tidak cocok dengan situasi dan kondisi di negara setempat dll.

2.2.2 Contoh Negara Berkembang
Berikut ini adalah negara negara yang tergolong negara berkembang, baik di wilayah benua Asia, Afrika, Eropa ataupun Amerika.
a. Contoh Negara Berkembang di Benua Eropa
Azerbeijan, Bulgaria, Belarus, Georgia, Kroasia, Kosovo, Lithuania, Makedonia,Ukraina, Moldova, Romania, Serbia, Turki, dll
b. Negara Berkembang di Benua Afrika
Mesir, Djibouti, Libya, Maroko, Sudan, Mauritania, Angola, Tunisia, Sudan Selatan, Cape Verde, Kamerun, Burundi, Komoro, Republik Afrika Tengah, Ethiopia, Gabon, Ghana, Gambia, dll.
c. Negara Berkembang di Benua Amerika
Argentina, Barbados, Belize, Chili, Brazil, Dominika, Costa Rica, Ekuador, El Salvador, Honduras, Jamaika, Panama, Paraguay, Meksiko, Uruguay, Ekuador, Venezuela, dll.
d. Negara Berkembang di Benua Asia
Bhutan, Kazakstan, Mongolia, Armenia, Afghanistan, Bangladesh, Brunei, Kamboja, China, India, Korea Utara, Indonesia, Myanmar, Nepal, Papua Nugini, Palestina, dll.
e. Benua Australia dan Oceania
Federasi Mikronesia, Nauru, Samoa, Solomon, Tonga, Tuvalu, Kepulauan Marshal, Vanuatu.

2.3 Perdagangan Bebas di Indonesia
Indonesia menyepakati perjanjian organisasi perdagangan bebas yang biasa disebut dengan World Trade Organization (WTO) hal tersebut menajikan Indonesia harus siap menghadapi perdangan bebas. Perdagangan bebas merupakan suatu jalur lalu lintas perdagangan antara negara-negara diseluruh dunia yang melakukan perdagangan tanpa adanya suatu hambatan apapun seperti pajak ekspor dan impor.
Penerapan perdagangan bebas dinilai sangat menguntungkan bagi tiap-tiap negara yang saling bekerjasama hal tersebut dikarenakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan juga dapat meningkat kualitas produk bagi suatu negara melakukan perdagangan bebas. Perdagangan bebas ini bertujuan untuk memperluas jalur perdagangan di seluruh penjuru dunia selain itu juga dapat mensejahterakan masyarakat di suatu negara.
Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan perdagangan bebas. Perdagangan bebas Indonesia berada pada wilayah Indonesia bagian barat yang berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura yaitu Kota Batam.
Batam merupakan sebuah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dengan pertumbuhan yang pesat. Perdagangan bebas di Batam diberlakukan sejak tahun 2007, Batam ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang diberlakukan untuk jangka waktu 70 tahun. Peraturan perdagangan bebas Batam diatur dalam PP Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
Kawasan yang menerapkan perdagangan bebas menjadikan barang-barang dari luar negeri mendapatkan kebebasan masuk dan tidak dikenakan tarif pajak impor maupun ekspor dan menjadikan barang-barang tersebut mempunyai harga yang lebih ringan atau murah. Dengan berlakunya penerapan perdagangan bebas tersebut menjadikan Batam sebagai kota bisnis yang sangat menguntungkan bagi pengusaha-pengusaha tertentu.
Adanya kawasan perdagangan bebas di Indonesia dianggap menguntungkan bagi negara Indonesia sendiri dikarenakan dapat meningkatkan jalur lalu lintas perdagangan Internasional, meningkatkan devisa negara dan juga dianggap dapat mensejahterakan masyarakat.
Salah satu negara yang melakukan ekspor impor dengan negara Indonesia adalah China. Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa negara china merupakan negara yang menjadi mitra perdangan utama di Indonesia.
Jumlah impor negara Indonesia dengan china mencapai 28,94%. Selain china, juga terdapat beberapa negara yang melakukan ekspor impor dengan Indonesia yaitu Taiwan, Jerman dan Korea.
Perdagangan bebas masuk dalam kategori globalisasi ekonomi. Globalisasi ekonomi merupakan menyatukan kegiatan mengenai kegiatan konsumsi, ekonomi produksi dan investasi antar negara yang terjadi di seluruh penjuru dunia.
Perjanjian Indonesia dengan WTO menimbulkan adanya masalah non tarif, dan masalah non tarif tersebut menyebabkan semakin berkembangnya barang impor dan mudahnya proses barang luar negeri masuk dalam wilayah pasar dalam negeri. Selain itu dengan diterapkannya sistem liberalisasi perjanjian WTO tesebut mampu meningkatkan produk ataupun sumber daya manusia dan yang lainnya.
Dampak positif dan negatif pasar bebas terhadap globaliasi di Indonesia :
Dampak Positif :
·         Dengan adanya pasar bebas di Indonesia ini dapat meningkatkan kualitas dari produk dalam negeri.
·         Memberikan peluang bagi investor dan dapat membangun Indonesia menjadi negara produksi.
·         Dapat meningkatkan devisa negara yang dihasilkan dari bea masuk dan biaya ekspor impor.
·         Pertumbuhan teknologi yang pesat
·         Mensejahterakan masyarakat

Dampak Negatif :
·         Indonesia menjadi ketergantungan dengan negara lain.
·         Adanya persaingan antara produk dalam negeri dengan produk luar negeri.
·         Apabila kalah persaingan menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang menurun.





BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1.      Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor impor atau hambatan perdagangan lainnya.
2.      AFTA Sendiri dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992
3.      Tujuan AFTA adalah meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN
4.      AFTA memiliki tiga manfaat yaitu : manfaat langsung, manfaat tidak langsung, dan manfaat intelektual dan moral.
5.      Keuntungan adanya AFTA yaitu Indonesia bisa memasukkan barang dagangan ke negara lain tanpa syarat-syarat yang susah.
6.      Kerugian adanya AFTA yaitu barang dari LN terutama China lebih murah sehingga dapat menyebabkan barang domestik tidak dibeli.Ujung-ujungnya PHK tenaga kerja dan penggangguran meningkat.















Wednesday, March 4, 2020

MAKALAH PEMBERDAYAAN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pemberdayaan adalah proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan hanya bisa terjadi apabila masyarakat itu sendiri ikut pula berpartisipasi.
Suatu usaha hanya berhasil dinilai sebagai "pemberdayaan masyarakat" apabila kelompok komunitas atau masyarakat tersebut menjadi agen pembangunan atau dikenal juga sebagai subjek. Disini subjek merupakan motor penggerak, dan bukan penerima manfaat (bahasa Inggris: beneficiaries) atau objek saja.

1.2 Rumusan Masalah
·         Apa itu pemberdayaan?
·         Apa itu Konsep pemberdayaan?
·         Apa saja Pemberdayaan Masyarakat di bidang Ekonomi?
·         Apa saja Pemberdayaan Masyarakat di bidang Politik?
·         Apa saja Pemberdayaan masyarakat di bidang Sosial dan Budaya?
·         Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Lingkungan?

1.3 Tujuan
Untuk menambah wawasan pada mata pelajaran sosiologi di bidang Pemberdayaan Ekonomi, Politik, Sosial budaya, dan lingkungan.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Pemberdayaan berasal dari kata “daya” yang mendapat awalan ber- yang menjadi kata “berdaya” artinya memiliki atau mempunyai daya. Daya artinya kekuatan, berdaya artinya memiliki kekuatan. Pemberdayaan artinya membuat sesuatu menjadi berdaya atau mempunyai daya atau mempunyai kekuatan. Pemberdayaan dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari empowerment dalam bahasa inggris.
Pemberdayaan sebagai terjemahan dari empowerment menurut Merrian Webster dalam Oxford English Dicteonary mengandung dua pengertian :
a.                   To give ability or enable to, yang diterjemahkan sebagai memberkecakapan/kemampuan atau memungkinkan
b.                  Togive power of authority to, yang berarti member kekuasaan.
Dalam konteks pembangunan istilah pemberdayaan pada dasarnya bukanlah istilah baru melainkan sudah sering dilontarkan semenjak adanya kesadaran bahwa faktor manusia memegang peran penting dalam pembangunan.
Carlzon dan Macauley sebagaimana di kutip oleh Wasistiono (1998 :46) mengemukakan bahwa yang dimaksuh dengan pemberdayaan adalah sebagi berikut : “membebaskan seseorang dari kendali yang kaku, dan member orang kebebasan untuk bertanggung jawab terhadap ide-idenya, keputusan-keputusannya dan tindakan- tidakanya.”.

2.2 Konsep Pemberdayaan
Pemberdayaan masyarakat adalah proses mengembangkan, memandirikan, menswadayakan, memperkuat posisi tawar menawar masyarakat lapisan bawah terhadap kekuatan-kekuatan penekan di segala bidang dan sektor kehidupan (Sutoro Eko dalam Cholisin: 2011). Menurut Permendagri RI nomor 7 tahun 2007 Pasal 1 ayat 8 tentang Kader pemberdayaan masyarakat, dinyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah suatu strategi yang digunakan dalam pembangunan masyarakat sebagai upaya untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Inti pengertian pemberdayaan masyarakat merupakan strategi untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat.
Tujuan dilaksanakannya pemberdayaan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat terutama dari kemiskinan dan keterbelakangan/ kesenjangan / ketidakberdayaan. Di dalam pemberdayaan masyarakat ada beberapa strategi yang digunakan, yaitu :
a.                Menciptakan iklim. Menciptakan iklim atau suasana yang memungkingkan untuk mengembangkan potensi masyarakat. Titik tolak strategi ini adalah pengenalan bahwa setiap manusia memiliki potensi yang dapat dikembangkan.
b.               Memperkuat daya. Untuk meningkatkan daya atau kekuatan masyarakat dapat dilakukan dengan pendidikan, meningkatkan derajat kesehatan, serta mempermudah akses pada sumber kemajuan ekonomi
c.                Melindungi masyarakat. Dalam hal melindungi, kegiatan pemberdayaan harus berfokus pada pencegahan yang lemah menjadi lebih lemah karena ketidakberdayaan menghadapi yang kuat.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat bisa dilakukan oleh banyak elemen, seperti pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pers, partai politik, lembaga donor, aktor-aktor masyarakat sipil atau oleh organisasi masyarakat lokal sendiri.
Kegiatan pemberdayaan tidak harus dilakukan sendiri-sendiri, melainkan dapat dilakukan dengan kerjasama dari banyak pihak, seperti pemerintah bekerjasama dengan LSM untuk memberdayakan masyarakat pinggiran untuk meningkatkan taraf pendidikan mereka. Atau juga kegiatan pemberdayaan berbentuk penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan oleh perguruan tinggi.

2.3 Pemberdayaan Masyarakat di bidang Ekonomi
Dalam pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi juga berhasil dilakukan di wilayah perkampungan. Khususnya di daerah Magelang. Wilayah ini berada di Jawa Tenggah, dengan sistem pemberdayaan masyarakat yang dilakukan yakni dengan mengajarkan masyarakat untuk mengelola blog serta menulis konten-konten yang berkualitas.
Pionir atau pendiri Kampung Blogger ini adalah Sumbodo Malik salah satu Alumni Univeritas ternama di Jakarta. Ia dengan tekun mengejarkan kepada masyarakat untuk melakukan pemberdayaan dengan mendapatkan hasil dari Google Adsen, berjualan online, dan lainnya sebaginya.
Tujuannya ialah untuk mendingkatkan perekonomian dan pendapatan bagi masyarakat disana. Langkah pemberdayaan masyarakat yang dilakukan, khususnya dalam bidang ekonomi ini dinilai berhasil di Indonesia, lantaran banyak pihak yang berduyun-dutun datang ke sana untuk mendapatkan penghasilan dari dollar.
Pemberdayaan Ekonomi merupakan program dengan orientasi pemberdayaan masyarakat secara penuh agar dapat terentaskan dari kemiskinan.
Ruang lingkup program ekonomi ini ditangani oleh beberapa Jejaring sebagai berikut :
·         Masyarakat Mandiri (MM)
Program Masyarakat Mandiri (MM) didedikasikan DD sejak tahun 2000 untuk memutus lingkaran kemiskinan di kantong-kantongnya. Program pemberdayaan MM menjangkau komunitas pedesaan, perkotaan, wilayah pasca bencana, serta komunitas berdasar klaster ekonomi.

·         Kampoeng Ternak Nusantara
Program  Kampoeng Ternak meliputi : Pembibitan (breeding), Pakan, Teknologi, Manajemen, dan Veteriner. Sedangkan program pemberdayaan peternak dhuafa (community development) dibangun dengan pembentukan kelompok-kelompok peternak di daerah-daerah bidikan.

·         Pertanian Sehat Indonesia (PSI)
Berdiri sejak 1999 untuk memulai program pengembangan dan penelitian produk pertanian berupa pembasmi hama dan pupuk yang ramah lingkungan. Lokasi di Desa Ciburuy dan Cinagara, Kecamatan Cijeruk, Kab. Bogor, Jawa Barat. Program ini  kemudian dikembangkan hingga ke beberapa daerah lain di Jawa.



2.4 Pemberdayaan Masyarakat di bidang Politik
Pemberdayaan Masyarakat di bidang politik, Masyarakat melalui pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat perhatian dan sasaran sekaligus pelaku utama pembangunan, Pembangunan nagari tidak menempatkan rakyat nagari sebagai obyek, melainkan menempatkan rakyat nagari pada posisi yang tepat sebagai subyek dalam proses pembangunan Desa/Nagari (Soemodiningrat,1996:162). Pemberdayaan politik masyarakat harus dilakukan melalui 3 tahapan:
a)      Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang,
b)      Memperkuat potensi, daya, sumberdaya, atau energi yang terdapat pada politik rakyat dan dimiliki masyarakat (empowering) dengan menyediakan input serta pembukaan akses kepada berbagai peluang yang akan membuat masyarakat menjadi makin berdaya memanfaatkan peluang,
c)      Melindungi masyarakat dalam proses pemberdayaan harus dicegah yang lemah menjadi bertambah lemah.
Pemberdayaan politik masyarakat bertujuan untuk melayani masyarakat (a spirit of public service) dan menjadi mitra kerjasama dengan masyarakt (coproduction) mengutamakaan keberhasilan pembangunan Desa/nagari.(Usman,2003:20). Juga untuk menuju political maturity dalam pembangunan nagari berkaitan dengan sumberdaya dan institutional performance sebagai usaha untuk mempertinggi akses masyarakat nagari yang berpaut dengan kebijakan masyarakat terhadap prioritas program pembangunan dan mekanisme pengelolaannya. Pemberdayaan politik masyarakat merupakan proses pembaruan nagari yang dimaksudkan untuk mengembalikan masyarakat kedalam pusaran utama proses kehidupan berbangsa dan bernegara, dan menumbuhkan partisipasi politik masyarakat, dalam pencapaian hasil-hasil pembangunan nagari.

2.4.1 Politik Pembangunan Nagari
Mas’oed (!997:15) politik pembangunan nagari lebih tertuju pada aspek politik dan kebijakan pemerintah terhadap pembangunan ditingkat nagari. Program pembangunan nagari untuk membuat rakyat semakin banyak punya pilihan tentang masa depan yang diinginkan. Proses pembangunan nagari menghasilkan tata kehidupan politik yang menumbuhkan demokrasi. Sehingga keputusan politik terhadap program pembangunan nagari bertujuan untuk             mengembangkan kapasitas masyarakat, untuk meningkatkan kualitas kehidupannya dan kesejahteraan masyarakat nagari.
Berbagai program pembangunan nagari dalam perencanaan partisipatif yang diterapkan oleh pemerintah yang secara umum untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat nagari, tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Direktur Jenderal Pembangunan Nagari) Nomor 414. 24/185/set 10 Juni 1996, bahwa dalam rangka penerapan metode P3MD terdapat 12 program/kegiatan umum yang erat kaitannya dengan arah pembangunan nagari. Program tersebut ditujukan untuk: 1).Meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam pengambilan keputusan termasuk kelompok miskin dan perempuan; 2).Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dibidang pendidikan dan kesehatan; 3).Meningkatkan penyediaan prasarana sosial ekonomi masyarakat nagari; 4).Memperluas kesempatan berusaha dan mengembangkan usaha bagi masyarakat; 5). Mengembangkan kapasitas masyarakat dalam merencanakan, menyelenggarakan, dan melestarikan pembangunan serta mengakses sumber daya yang tersedia; 6). Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap program permbangunan dinagari 7). Mengembangkan dan memperkuat kelembagaan pembangunan dinagari.
Berkaitan dengan entitas ekonomi dalam politik pembangunan yaitu tidak mengejar keuntungan pribadi atau kelompok untuk jangka pendek, tetapi menanamkan hakekat pembangunan nagari yang transparan, bertanggung jawab, menguntungkan semua pihak dan berlangsung secara menyeluruh serta berkesinambungan. (Nugroho, 2000:138). Weaver (2002:7), politik pembangunan menyangkut keberhasilan pembangunan nagari bisa dicapai, bila usaha-usaha pembangunan langsung ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan masyarakat memiliki akses pada sumber-sumber ekonomi dan politik, serta sebagai usaha memberdayakan masyarakat secara langsung.

2.5 Pemberdayaan masyarakat di bidang Sosial dan Budaya
Pemberdayaan Masyarakat di bidang Sosial Budaya
Mempunyai tugas menyusun rencana, menyiapkan bahan, mengolah dan menganalisa program-program pembangunan meliputi kesejahteraan sosial, agama, hukum, kependudukan, kebudayaan pariwisata dan tenaga kerja. Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:
·         Melaksanakan penyusunan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya;
·         Menyusun rencana dan program kerja sub bidang sosial budaya meliputi kesejateraan sosial, agama, hukum, kependudukan, kebudayaan, pariwisata dan tenaga kerja.
·         Menyiapkan bahan atau data informasi untuk penyusunan program pembangunan dibidang sosial budaya meliputi kesehatan, kesejateraan, social, pendidikan, agama, hukum, kependudukan, kebudayaan, pariwisata dan tenaga kerja;
·         Mengolah dan menganalisis program-program pembangunan untuk penyusunan perencanaan pembangunan bidang sosial budaya meliputi kesehatan, kesejateraan, social, pendidikan, agama, hukum, kependudukan, kebudayaan, pariwisata dan tenaga kerja;
·         Memonitoring pelaksanaan program pembangunan bidang sosial budaya meliputi kesehatan, kesejateraan, social, pendidikan, agama, hukum, kependudukan, kebudayaan, pariwisata dan tenaga kerja;
·         Menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang timbul dan merumuskan langkah-langkah pemecahannya;
·         Melakukan evaluasi pelaksanaan program agar hasil yang dicapai sesuai saran yang telah ditentukan;
·         Membantu melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan dibidang sosial budaya meliputi kesehatan, kesejateraan, sosial, pendidikan, agama, hukum, kependudukan, kebudayaan, pariwisata dan tenaga kerja;
·         Melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;

2.6 Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Lingkungan
Pemberdayaan lingkungan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan potensi masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga masyarakat. Potensi masyarakat untuk mengembangkan kelembagaan keswadayaan ternyata telah meningkat akibat kemajuan sosial ekonomi masyarakat. Pada masa depan perlu dikembangkan lebih lanjut potensi keswadayaan masyarakat, terutama keterlibatan masyarakat pada berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan sosial, dan kepedulian mayarakat luas dalam memecahkan masalah kemasyarakatan termasuk didalamnya masalah lingkungan, seperti lingkungan tempat tinggal mereka, apakah itu di kawasan hutan, bantaran sungai, kawasan konservasi, dan lain sebagainya.
Yang perlu ditumbuhkan dalam pemberdayaan lingkungan adalah timbulnya kesadaran bahwa, mereka paham akan haknya atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta sanggup menjalankan kewajiban dan tanggung jawab untuk tercapainya kualitas lingkungan hidup yang dituntutnya.16 Kemudian, berdaya yaitu mampu melakukan tuntutan mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat. Selanjutnya, mandiri dalam kemampuan berkehendak menjalankan inisiatif lokal untuk menghadapi masalah lingkungan di sekitarnya. Dan, secara aktif tidak saja memperjuangkan aspirasi dan tuntutan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat secara terus menerus, tetapi juga melakukan inisiatif lokal.
Pemberdayaan ini mengarahkan manusia agar sadar dengan kemampuan yang dimilikinya dan memanfaatkan kekuatan yang telah ada menjadi berdaya dan dapat dimanfaatkan ukntuk aktifitas yang berarti. Pemberdayaan pada jenis ini berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan manusia itu sendiri, dimana kebutuhan hidup harus dipenuhi oleh yang bersangkutan secara mandiri.



















9