KUMPULAN MAKALAH

Thursday, December 3, 2020

MAKALAH KERAJINAN KALIGRAFI DARI BUBUR KERTAS

 

KATA PENGATAR

 

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya kerena kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini. Adapun dalam penulisan makalah ini, produk yang akan ditawarkan adalah “KERAJINAN KALIGRAFI DARI BUBUR KERTAS”

Kami menyadari sepenuhnya bahwa ini dalam penulisan makalah ini banyak terdapat terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini , khususnya kepada dosen pembimbing mata kuliah kewirausahaan. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita dalam mempelajari “kewirausahaan” serta dapat digunakan sebagaimana mestinya.

 

 

Bekasi,  01 Desember 2020

 

 

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

i

 
 


DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................................................................... ii

 

BAB I

PENDAHULUAN............................................................................................................................................... 1

1.1. Latar belakang ............................................................................................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah....................................................................................................................................... 1

1.3. Tujuan ......................................................................................................................................................... 1

 

BAB II

LANDASAN TEORI.......................................................................................................................................... 2

2.1. Landasan Teori............................................................................................................................................ 2

 

BAB III

PELUANG USAHA............................................................................................................................................ 3

3.1. Peluang Usaha.............................................................................................................................................. 3

 

BAB IV

PROSES PEMBUATAN.................................................................................................................................... 4

4.1. Alat, Bahan dan Proses Pembuatan ......................................................................................................... 4

4.1.1. Alat yang dibutuhkan dalam kerajinan kertas daur ulang ini ........................................................... 4

4.1.2. Bahan - bahan yang digunakan.............................................................................................................. 4

4.1.3. Cara membuat kerajinan daur ulang kertas bingkai kaligrafi........................................................... 4

 

BAB V

PENUTUP........................................................................................................................................................... 6

5.1. Kesimpulan ................................................................................................................................................. 6

5.2. Saran............................................................................................................................................................. 6

 

ii

 
           


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar belakang

Kerajinan merupakan budaya tradisional yang kini menjadi komoditi Negara untuk meningkatkan devisa. Limbah adalah buangan atau sisa yang dihasilkan dari suatu proses atau kegiatan dari industri maupun domestik (rumah tangga).

Sebagai warga negara yang baik kita dituntut untuk mengembangkan produk-produk kerajinan agar lebih bermutu dan bermanfaat. Melalui kerajinan kita diharapkan mampu mengembangkan kreativitas agar produk kerajinan yang ada di sekitar kita lebih inovatif.

Karya kerajinan fungsi hias dari bahan limbah ialah karya yang menjadi komoditi negara yang digunakan untuk hiasan atau pajangan yang terbuat dari buangan atau sisa dari proses kegiatan industri atau rumah tangga.

Kerajinan yang memiliki kualitas tinggi tentu harganya akan mahal, jika kalian memiliki keterampilan dan berusaha untuk membuat suatu produk mungkin dengan kerajinan yang akan anda miliki bisa menjadi suatu usaha yang menjanjikan.

 

1.2. Rumusan Masalah

-          Apa itu kerajinan?

-          Bagaimana permasalah lingkungan yang kita hadapi sekarang ini?

-          Apa saja peluang usaha yang bisa kita dapat?

-          Bagaimana Cara pembuatan Kerajinan tersebut?

 

1.3. Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengasah kreatifitas mahasiswa/mahasiswi dan juga menambah wawasan agar lebih giat dalam berwirausaha, disamping itu juga kita dapat memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1. Landasan Teori

Permasalahan lingkungan yang sering terjadi dewasa ini telah menjadi permasalahan yang mengancam, tidak hanya kelangsungan hidup dari makhluk hidup yang ada pada satu wilayah, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang ada.

            Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang sangat komplek karena akan berdampak pada permasalahan ekonomi, politik dan sosial budaya. Dan dalam pengelolaannya kini menjadi masalah yang kian mendesak hampir di seluruh wilayah di Indonesia, sebab apabila tidak dilakukan penanganan yang baik akan mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan dan tidak diharapkan sehingga dapat mencemari lingkungan baik terhadap tanah, air dan udara. karena itu, untuk mengatasi masalah pencemaran tersebut diperlukan penanganan dan pengendalian terhadap sampah. Penanganan dan pengendalian akan menjadi semakin kompleks dan rumit dengan semakin banyaknya jenis maupun komposisi dari sampah sejalan dengan semakin majunya kebudayaan.

            Dalam upaya penanganannya pemerintah membutuhkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah, karena pelestarian lingkungan adalah kewajiban kita semua. salah satu penangannanya adalah penerapan program 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Contohnya kertas bekas yang sudah tak terpakai bisa kita olah dengan cara mendaur ulang/ recycle menjadi sesuatu barang yang mempunyai manfaat dan nilai ekonomi.

Dengan melihat peluang tersebut, penulis mengembangkan barang bekas seperti koran, majalah menjadi sebuah hiasan dinding yang motifnya sederhana, namun berseni.

 

 

 

BAB III

PELUANG USAHA

 

3.1. Peluang Usaha

Usaha membuat Kaligrafi dari buburkertas ini mempunyai tujuan memiliki ruangan yang elegan, dan murah biaya karena memanfaatkan limbah lingkungan. Dilihat dari prospek usaha kerajinan dari buburkertas sangat berpotensi untuk menjadi usaha sampingan siswa/siswi karena waktu kerja tidak menghalangi proses belajar.

Selain itu tugasnya untuk membantu mahasiswa/mahasiswi serta menambah pengalaman, bukan hanya mencari keuntungan.Kelebihan usaha ini adalah mampu jam operasional kegiatan usaha kerajinan bisa di lakukan dengan waktu yang cukup singkat, yang jelas kita harus sudah mempunyai alat dan bahan, dan juga kita memiliki ide-ide kreatif yang akan di hasilkan, sehingga tidak berkesan membosankan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PROSES PEMBUATAN

 

4.1. Alat, Bahan dan Proses Pembuatan

4.1.1. Alat yang dibutuhkan dalam kerajinan kertas daur ulang ini :

1)      Belnder atau Lumpang

2)      Screen berkasa (cetakan)

3)      Screen tanpa kasa

4)      Baskom

5)      Busa

6)      Kain bekas

 

4.1.2. Bahan - bahan yang digunakan:

-          Kertas atau Koran bekas (kertas tidak boleh mengandung plastic seperti kertas kalende atau kertas pembungkus makanan).

-          Pewarna alami: kunyit, pandan, daun jati, dll

-          Batang/kelopak bunga yang kering

 

4.1.3. Cara membuat kerajinan daur ulang kertas bingkai kaligrafi:

1)      Kertas bekas dosiobek atau digunting-gunting kecil

2)      Semua bahan ditempatkan pada suatu tempat/ember dan direndam selama ± 2 hari. Bila Anda ingin cepat bias juga direbus selama 1 sampai 2 jam, untuk membersihkan kertas dari tinta dan bahan pengganggu lainnya.

3)      Kemudian kertas tersbut dihancurkan dengan menggunakan blender.

4)      Masukan bubur kertas kedalam baskom yang telah diisi air bersih (tiap 250 gram bubur kertas membutuhkan 5 liter air bersih). Kebutuhan iar bisa disesuaikan, tergantung ketebalan kerajinan tangan dari daur ulang kertas yang diinginkan.

5)      Untuk mempercantik kerajinan tangan dari kertas daur ulang harusnya diberi bahan pewarna alami. Bubur kertas dalam baskom dicampur dengan pewarna tadi, kemudian diaduk hingga merata.

6)      Cetakan dan screen (screen bagian atas) dimasukkan ke dalam bak yang sudah tercampur dengna bubur kertas, masukkan secara merata.

7)      Angkat cetakan dari dalam baskom atau bak.

8)      Siapkan kain yang lebar, sebaiknya kain yang dapat menyerap air agar kerajinan tangan dair kertas daur ulang bisa maksimal.

9)      Angkat screen dan letakkan cetakan yang diatasnya sudah ada bubur kertas, hilangkan airnya dengan busa.

10)  Setelah screen tidak lagi mengandung air, screen kemudian diangkat. Kemudian dikeringkan jangan terkena sinar matahari langsung karena akan mempengaruhi warna kertas, cukup diangin-anginkan saja. Setelah itu, dapat disetrika agar permukaannya halus.

11)  Kertas dapat dipergunakan untuk kartu atau souvenir lainnya, dan bisa juga digunakan untuk menulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1. Kesimpulan

Setelah melalui pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa usaha dari kerajinan Kaligrafi dari Bubur kertas ini sudah sangat layak untuk dijalankan. Dalam cara menjalankannya pun terlihat tidak terlalu sulit, sehingga proses penjualannya pun tidak terlalu memakan waktu dan fikiran terlalu banyak. Setelah itu, modal yang diperlukan untuk menjalankan kerajinan Kaligrafi dari buburkertas ini pun tidak terlalu banyak, sehingga tidak akan terlalu menyulitkan kegiatan belajar mahasiswa/mahasiswi. Waktu pelaksanaannya pun dilaksanakan pada saat ujian praktik.

 

5.2. Saran

o   Sebaiknya membuat kerajinan tangan harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk membuat Kaligrafi dari Bubur kertas ini.

o   Seharusnya waktu untuk membuat Kaligrafi dari Bubur kertas ini harus tepat waktu.

Monday, November 9, 2020

ANALISIS MORALITAS BANGSA DI ERA GLOBALISASI

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul Analisis Moralitas Bangsa di era Globalisasi tepat waktu.

Makalah Analisis Moralitas Bangsa di era Globalisasi disusun guna memenuhi tugas Mata kuliah Pendidikan kewarganegaraan di Universitas Terbuka. Selain itu, penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang Analisis Moralitas Bangsa di era Globalisasi.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Wildan Nurul Fajar, S.Sos., M.Pd selaku dosen mata kuliah Pendidikan kewarganegaraan. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

i

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i

DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii

 

BAB I

PENDAHULUAN..................................................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang................................................................................................................... 1

1.2. Rumusan Masalah............................................................................................................. 1

1.3. Tujuan ................................................................................................................................ 2

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA................................................................................................................. 3

2.1. Kajian Pustaka .................................................................................................................. 3

2.2. Pengertian Moralitas......................................................................................................... 4

 

BAB III

PEMBAHASAN........................................................................................................................ 5

3.1. Moralitas di era Globalisasi.............................................................................................. 5

3.2. Ancaman Degradasi Moral Remaja Di Era Global ....................................................... 6

 

BAB IV

PENUTUP................................................................................................................................. 8

4.1. Kesimpulan ........................................................................................................................ 8

4.2. Saran................................................................................................................................... 8

 

ii

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................ 9


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

Dewasa ini, perubahan zaman membawa dampak bagi seluruh negara. Dengan adanya perubahan zaman, pola pikir manusia pun ikut berubah karenanya. Perubahan zaman membawa dampak posif maupun negatif. Permasalahan ini terjadi karena adanya perubahan globalisasi. Oleh karena itu, akibat adanya era globalisasi membawa pengaruh kepada seluruh aspek, baik dari segi Pendidikan Ekonomi, Sosial, IPTEK, bahkan moral suatu bangsa khususnya remaja mengalami perubahan. Krisis moral anak remaja pun sangat memprihatinkan.

Moral atau perilaku anak remaja di Indonesia mengalami perubahan karena adanya pengaruh dari negara luar yang dibawa ke Indonesia. Semua langsung diserap tanpa memikirkan atau memilah perilaku yang seharusnya diambil oleh remaja sekarang ini. Dahulu bisa dibilang moral anak bangsa dapat diacungi jempol. Hal ini dapat dilihat dari tata kramanya, sopan santun dan tutur bahasanya yang baik. Tetapi, kini moral atau perilaku anak remaja di Indonesia sangat memprihatinkan.

Banyak sekali perilaku-perilaku menyimpang yang kian marak terjadi di Indonesia. Penyimpangan tersebut sebagian besar dilakukan atau dialami oleh anak remaja. Penyimpangan yang dilakukan biasanya free sex, narkoba dan lain-lain. Kejadian inipun sangat memprihatinkan bagi Indonesia karena anak remaja merupakan generasi penerus bangsa.

Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.[1]

 

1.2. Rumusan Masalah

·         Apa itu Moralitas

·         Apa itu Globalisasi

·         Bagaimana Moralitas di era Globalisasi?

 

1.3. Tujuan

Tujuan Dari Makalah ini untuk menganalisis Moral bangsa di tengan pesatnya era Globalisasi pentingnya memperbaiki Moral anak Bangsa Agar tidak terjadi pergeseran nilai di era Globalisasi ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

2.1. Kajian Pustaka

Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. [2] [3] Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.[4]

Meski sejumlah pihak menyatakan bahwa globalisasi berawal di era modern, beberapa pakar lainnya melacak sejarah globalisasi sampai sebelum zaman penemuan Eropa dan pelayaran ke Dunia Baru. Ada pula pakar yang mencatat terjadinya globalisasi pada milenium ketiga sebelum Masehi. [5] [6] Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, keterhubungan ekonomi dan budaya dunia berlangsung sangat cepat.

Istilah globalisasi makin sering digunakan sejak pertengahan tahun 1980-an dan lebih sering lagi sejak pertengahan 1990-an. Pada tahun 2000, Dana Moneter Internasional (IMF) mengidentifikasi empat aspek dasar globalisasi: perdagangan dan transaksi, pergerakan modal dan investasi, migrasi dan perpindahan manusia, dan pembebasan ilmu pengetahuan. [7] Selain itu, tantangan-tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, polusi air dan udara lintas perbatasan, dan pemancingan berlebihan dari lautan juga ada hubungannya dengan globalisasi. Proses globalisasi memengaruhi dan dipengaruhi oleh bisnis dan tata kerja, ekonomi, sumber daya sosial-budaya, dan lingkungan alam.[8]

2.2. Pengertian Moralitas

Moral, diambil dari bahasa Latin mos (jamak, mores) yang berarti kebiasaan, adat. Sementara moralitas secara lughowi juga berasal dari kata mos bahasa Latin (jamak, mores) yang berarti kebiasaan, adat istiadat. Kata ’bermoral’ mengacu pada bagaimana suatu masyarakat yang berbudaya berperilaku. Dan kata moralitas juga merupakan kata sifat latin moralis, mempunyai arti sama dengan moral hanya ada nada lebih abstrak. Kata moral dan moralitas memiliki arti yang sama, maka dalam pengertiannya lebih ditekankan pada penggunaan moralitas, karena sifatnya yang abstrak. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. [9] Senada dengan pengertian tersebut, W.Poespoprodjo mendefinisikan moralitas sebagai ”kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentang baik buruknya perbuatan manusia. Baron, dkk mengatakan, sebagaimana dikutip oleh Asri Budiningsih, bahwa moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan larangan dan tindakan yang membicarakan salah atau benar. Ada beberapa istilah yang sering digunakan secara bergantian untuk menunjukkan maksud yang sama, istilah moral, akhlak, karakter, etika, budi pekerti dan susila. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, “moral” diartikan sebagai keadaan baik dan buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, budi pekerti dan susila. Moral juga berarti kondisi mental yang terungkap dalam bentuk perbuatan. Selain itu moral berarti sebagai ajaran Kesusilaan.[10]

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1. Moralitas di era Globalisasi

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan moralitas sangatlah dibutuhkan agar tidak kehilangan jati diri kita sebagai warga negara. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia menjadikan budaya barat sebagai ukuran gaya hidup untuk bisa disebut sebagai masyarakat modern. Tantangan yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan adalah pola hidup masyarakat sekarang ini cenderung bersifat individual, materialistis dan suka memandang remeh setiap perubahan yang menyebabkan terjadinya pergeseran nilai moral. Dalam berbuat kejahatan banyak masyarakat sudah tidak lagi malu, bahkan dengan bangganya memamerkan perbuatan tersebut.

Moral yang terkikis, khususnya pada kalangan anak muda saat ini sangatlah memprihatinkan. Dari hilangnya rasa nasionalisme terhadap bangsa, rasa sopan santun, sikap menghargai orang lain dan yang paling memprihatinkan adalah pergaulan bebas. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dan mempublikasikan angka kriminalitas di tahun 2014 dimana diantara 3339 kasus kejahatan terhadap pelajar, 62 persennya adalah tindak kejahatan seksual. Sebelumnya pasti kita sudah pernah mendengar berita tentang seorang siswi asal bengkulu yang bernama Yuyun kehilangan nyawanya dikarenakan kasus pemerkosaan dan juga pembunuhan yang keji. 7 dari 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun adalah anak dibawah umur.[11]

Berbicara masalah degradasi moral bangsa itu dapat diartikan dari kemunduran, kemerosotan, atau penurunan dari sesuatu hal dan moral itu sendiri dapat diartikan sebagai akhlak atau budi luhur pekerti. Dalam hal ini berarti merosotnya dan bisa cenderung ke hilangnya nilai-nilai luhur seperti moral, akhlak mereka bermasyarakat. Di Indonesia fenomena ini sudah terjadi dimana media menguasai hampir semua kalangan masyarakat di Indonesia. Masyarakat kita kurang bisa menyaring budaya mana yang baik dan sesuai dengan budaya leluhur bangsa. Seakan akan semua budaya yang mereka sering lihat dan mereka suka menjadi identitas diri walaupun dalam konteks negative.[12]

Moralitas bangsa menjadi longgar, sesuatu yang dahulu dianggap tabu sekarang menjadi biasa-biasa saja. Cara berpakaian, berinteraksi dengan lawan jenis, menikmati hiburan di tempat-tempat spesial dan narkoba menjadi trend dunia modern yang sulit ditanggulangi merupakan dampak dari globalisasi. Dampak negatif lain dari proses globalisasi adalah lahirnya generasi instan (langsung bisa menikmati keinginan tanpa proses perjuangan dan kerja keras), dekadensi moral, dan konsumerisme. Inilah yang menyebabkan dekadensi moral serta hilangnya kreativitas dan produktivitas bangsa. Ketika karakter suatu bangsa rapuh maka semangat berkreasi dan berinovasi dalam berkompetisi yang ketat akan mengendur, kemudian dikalahkan semangat; hedonisme (suatu pandangan hidup yang mementingkan kesenangan dan kemewahan fisik, memandang kesenangan sebagai tujuan pokok dalam hidup); konsumerisme (mengajar orang menjadi konsumtif supaya layak disebut modern); dan permisifisme (suatu perbuatan atau sikap yang serba boleh mengarah ke kebebasan dimana akhirnya kebebasan ini akan merenggut kehadiran norma-norma sosial dan nilai-nilai moral dari kehidupan bangsa), semua itu akhirnya akan mengoyak dan menenggelamkan karakter bangsa.[13]

 

3.2. Ancaman Degradasi Moral Remaja Di Era Global

Konsep dan standar baik buruk, patas dan tidak pantas telah berkembang sangat pesat sejajar dengan semakin majunya proses industrialisasi dan urbanisasi yang ditopang dengan cepatnya perkembangan teknologi informasi. Kesemuanya itu menjadi kesatuan yang tak terpisahkan dalam arus globalisasi. Globalisasi hanyalah ujung yang nampak, permukaan gunung es dalam samudera yang menyembul, namun di bawahnya terdapat sesuatu yang jauh lebih rumit dan besar, lebih berpengaruh dalam berbagai sisi kehidupan masyarakat, tergabung dalam arus besar industrialisasi dan kapitalisasi. Semua masyarakat modern, terutama sekali di negara Barat, secara universal terkondisi menonjolkan Prestasi individual. Setiap orang didorong untuk mendapatkan sukses materiil. Akan tetapi masyarakat tidak selalu bisa menyediakan sarana dan fasilitas yang sama bagi setiap orang guna mencapai sukses materiil ini. Dalam mengejar kesuksesan ini menjadikan orang-orang bergerak di tengah struktur masyarakat yang terpecah-pecah, yang kemudian berubah menjadi kelompok atomistis (mikro) yang sangat mobil sifatnya. Dalam situasi demikian banyak orang yang mengalami depersonalisasi, di sisi lain kontrol sosial dan tradisi banyak kehilangan pengaruhnya. Sebaliknya, nafsu manusia modern untuk berkompetisi guna mencapai sukses materiil semakin menanjak, persaingan semakin sengit. Kondisi demikian jelas bisa memberikan tekanan batin pada setiap anggota masyarakat,banyak orang mengalami kekecewaan dan frustasi. [14] termasuk di dalamnya para remaja.

1. Faktor-faktor Global Penyebab Degradasi Moral Jika dipilah, maka ancaman globalisai terhadap degradasi moral remajaantara lain dalam keadaan:

a.       Tersebar luasnya pandangan materialistis tanpa spiritualitas, ukuran kesuksesan lebih di ukur pada kesuksesan materiil dan mengenyampingkan moralitas.

b.      Konsep moralitas kesopanan menjadi longgar karena terpengaruh budaya barat akibat dari mudahnya mencari informasi melalui ICT.

c.       Budaya global menawarkan kenikmatan semu melalui 3 F: food, fashion dan fun.

d.      Tingkat persaingan semakin tinggi, karena terbukanya sekat lokal dan kebanyakan bersifat online.

e.       Masyarakat lebih bersifat individualistis dan kurang peduli dengan lingkungannya, sehingga kontrol moral terutama pada remaja menjadi rendah.

f.        Keluarga kurang dapat memberi pengarahan, karena masing-masing orang tua sudah mempunyai kesibukannya sendiri atau bahkan broken home.

g.      Sebagian besar sekolah tidak sepenuhnya dapat mengontrol perilaku siswa, karena keterbatasan waktu, sumber daya dan sumber dana ataupun kurang menekankan pentingnya moralitas. Atau ringkasnya dalam bahasa Kartini Kartono pengaruh lingkungan yang buruk, ditambah dengan kontrol diri dan kontrol sosial yang semakin melemah dapat mempercepat munculnya kenakalan remaja8 ataupun degradasi moral remaja.[15]

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1. Kesimpulan

Yang harus dilakukan ada pemberian penekanan dan mensosialisasikan lagi paham nasionalisme pada masyarakat Indonesia yang mengalami pelencengan moral akibat globalisasi yang ada. Kita harus menanamkan lagi paham rasa cinta tanah air dan sopan santun dalam diri masyarakat agar terciptanya kerukunan dan penghargaan kita.

            Terlepas dari pada itu, kita harus kembali lagi agar berpegang teguh pada Pancasila, yaitu kita harus memberikan pemahaman tentang keberagaman dari paham di dunia tapi daripada itu kita harus menghormatinya dengan keberagaman itu da menciptakan ketertiban umum, jadi bukan lagi kena doktrin media tapi punya prinsip yang kuat dengan tidak mengikuti budaya yang bukan pahamnya.

 

4.2. Saran

“Segala permasalahan yang ada di dunia ini solusinya cuman satu, yaitu agama. Korupsi, kemiskinan, moral rusak, dan lainnya. Faktor yang menentukan tinggi rendahnya moral seseorang adalah pemahaman dan pengamalam dia terhadap nilai-nilai dan norma-norma, kemudian yang mengajarkan nilai dan norma adalah agama. Jadi semakin tinggi pemahaman seseorang terhadap agamanya maka otomatis moralnya akan baik. Agama apapun itu. Karna hakikatnya, inti dari Semua agama adalah berbuat baik, menjaga hubungan baik antara manusia dengan manusia dan manusia dengan tuhannya. Kalau diteliti, orang-orang yang rusak moralnya, pasti agamanya juga rusak. Bisa jadi dia paham agama, tetapi pemahamannya belum lurus.



[1] analisaaceh.com/Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Moral Suatu Bangsa

[2] Al-Rodhan, R.F. Nayef and Gérard Stoudmann. (2006). Definitions of Globalization: A Comprehensive Overview and a Proposed Definition.

[3] Albrow, Martin and Elizabeth King (eds.) (1990). Globalization, Knowledge and Society London: Sage. ISBN 978-0-8039-8324-3 p. 8. "...all those processes by which the peoples of the world are incorporated into a single world society.

[4] Stever, H. Guyford (1972). "Science, Systems, and Society." Journal of Cybernetics, 2(3):1–3. DOI:10.1080/01969727208542909.

[5] Frank, Andre Gunder. (1998). ReOrient: Global economy in the Asian age. Berkeley: University of California Press. ISBN 978-0-520-21474-3

[6]  "Globalization and Global History (p.127)" (PDF).

[7] International Monetary Fund . (2000). "Globalization: Threats or Opportunity." 12th April 2000: IMF Publications.

[8] Bridges, G. (2002). "Grounding Globalization: The Prospects and Perils of Linking Economic Processes of Globalization to Environmental Outcomes". Economic Geography. 78 (3): 361–386. doi:10.2307/4140814.

[9] Asmaran As, Pengantar Studi Akhlak, cet.1, Rajawali Press, Jakarta, 1992, hlm. 8.

[10] Tim Penyusunan Kamus Pusat dan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1994, hlm.192.

[11] mardiaheyyy.com/ Pendidikan Moral di Era Globalisasi

[12] kompasiana.com/ Degradasi Moral Bangsa di Era Globalisasi

[13] (Majid, 2011: 3-4).

[14] Kartono, Patologi Sosial ..., hlm. 85.

[15] Kartono, Patologi Sosial ..., hlm.78