KUMPULAN MAKALAH

Saturday, December 4, 2021

MAKALAH GLOBALISASI DALAM KEBUDAYAAN TRADISIONAL INDONESIA

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Secara umum globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Proses globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada kebudayaan daerah,seperti kebudayaan gotong royong,menjenguk tetangga sakit dan lain-lain. Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya berpakaian, gaya rambut dan sebagainya.

Multikultualisme adalah pemahaman atas adanya unsur-unsur yang berbeda dalam suatu konsep sehingga penekanan makna multikulturalisme terletak adanya seb-isme yang mengakui perbedaan ada dalam kesederajatan, baik secara individual maupun secara kebudayaan (kompleks). Multikulturalisme sendiri dimaknai sebagai hadirnya sejumlah masayarakat dan kebudayaan serta berdampingan, dimana antara mereka saling terjalin suatu interaksi dan dalam interaksi tersebut dikembangkan suatu pemahaman satu sama lain untuk dapat saling menghargai, bertoleransi, rukun dan menghormati. Multikulturalisme memposisikan manusia, masyarakat dan kebudayaan ada dalam kesejajaran dan kehormatan yang sama dan seimbang, maka keberadaban terletak pada kesanggupan untuk berpandangan, bersikap, dan bertindak atas nama kemuliaan bersama.

 

1.2 Identifikasi Masalah

Dalam masyarakat multikulturalisme di era globalisasi menimbulkan berbagai masalah  di  bidang kebudayaan,misalnya :

-          Hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara

-          Terjadinya erosi nilai-nilai budaya

-          Menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme

-          Hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong

-          Kehilangan kepercayaan diri

-          Gaya hidup kebarat-baratan

 

1.3 Rumusan Masalah

Adanya globalisasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah, salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.

 

1.4 Tujuan

1.      Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap masyarakat multikulturalisme

2.      Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat multikulturalisme agar menjunjung tinggi kebudayaan bangsa sendiri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Globalisasi dan Budaya

Globalisasi yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujud yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan, dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita.

Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi.

Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian. Globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.

Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Menurut Simon Kemoni (Sosiolog Kenya) mengatakan bahwa dalam proses globalisasi, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Dalam  globalisasi, berbagai bangsa harus mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman. Terkait dengan seni dan budaya, seorang penulis asal Kenya bernama Ngugi Wa Thiong’o menyebutkan bahwa perilaku dunia Barat, khususnya Amerika seolah-olah sedang melemparkan bom budaya terhadap rakyat dunia. Mereka berusaha untuk menghancurkan tradisi dan bahasa pribumi sehingga bangsa-bangsa tersebut kebingungan dalam upaya mencari indentitas budaya nasionalnya. Penulis Kenya ini meyakini bahwa budaya asing yang berkuasa di berbagai bangsa, yang dahulu dipaksakan melalui imperialisme, kini dilakukan dalam bentuk yang lebih luas dengan nama globalisasi.

 

2.2 Globalisasi dalam Kebudayaan Tradisional Indonesia

Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi.

Pada hakekatnya bangsa Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi bukan hanya soal ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana nilai dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti keanekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat.

 

2.3 Perubahan Budaya dalam Globalisasi

Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa. Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita.

Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial.

Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi. Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi.

Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.

 

2.4 Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa

Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas.

Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya, duapuluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Saat ini,teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya) dan lu (kamu).

Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan Yes’, bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat, sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia .

Derasnya arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat telah menjadi trend dilingkungan anak muda. Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur (termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Pengaruh globalisasi menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia . Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai menghilang. Akibatnya teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda harus tetap melestarikan kebudayaan bangsa kita sendiri agar dalam era globalisasi ini, kebudayaan kita tidak semakin menghilang. 

Friday, December 3, 2021

MAKALAH MEMANAJEMEN BANDWITH MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Kebutuhan akan akses Internet dewasa ini sangatlah penting. Baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk chating. Pembagian bandwidth atau ”Memanajemen Bandwith Menggunakan Router Mikrotik” pada setiap host/user adalah satu bagian yang penting untuk dilakukan bagi penyedia layanan internet.

Router Mikrotik adalah salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan fasilitas untuk membuat router. Salah satunya adalah Router Mikrotik, ini adalah Operating system yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara menginstallnya ke komputer. Fasilitas atau tools yang disediakan dalam Router Mikrotik sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil.

Begitupula dengan bandwidth  dengan menggunakan mikrotik os, kita semua tahu bahwa jasa warnet atau apa saja yang melayani jasa jaringan (internet) bahwa sebuah bandwidth adalah bagian terpenting dari sebuah jaringan, oleh karena itu besar bandwdith atau management bandwidth sangat di perhitungkan demi terciptannya akses yang cepat dan fleksibelagar memaksimalkan koneksi internet sesuai dengan kebutuhan di setiap bagian perlu adanya manajemen bandwith untuk membagi besarnya Bandwidth yang di butuhkan.

Salah satu bentuk management bandwidth yang sangat mudah dan efisient digunakan oleh setiap penyedia layanan jasa internet karena dengan menggunakan bandwidth  setiap host/user akan mendapatkan bandwidth dengan kadar atau ukuran yang sama tanpa mengganggu bandwidth dari user/host yang lain.

Untuk mengatasi permasalahan diatas, perlu dibangun sebuah system untuk ”Memanajemen Bandwith Menggunakan Router Mikrotik”. yang berfungsi untuk membagi bandwith yang di butuhkan masing – masing unit komputer agar dapat memaksimalkan penggunaan internet.

 

 

 

1.2 Perumusan Masalah

a)      Bagaimana membangun PC router dengan sistem operasi Mikrotik.

b)      Bagaimana cara menkonfigurasi memanajemen bandwidth dengan router Mikrotik agar memaksimalkan penggunaan internet di setiap unit computer.

 

1.3 Tujuan dan Manfaat

Tujuan yang ingin dicapai adalah :

Terwujudnya Router Mikrotik yang dapat memanajemen bandwidth di setiap unit komputer dapat di gunakan dengan maksimal dan sesuai dengan kebutuhan bandwidth di setiap bagian unit komputer.

Manfaat yang diharapkan adalah :

a)           Semua komputer dapat menggunakan internet dengan lancar dan stabilwalaupun semua unit komputer menggunakan internet dalam waktu yangbersamaan.

b)          Semua bagian unit komputer mendapatkan bandwidth sesuai dengan kebutuhan koneksiinternet.

c)           Memaksimalkan Bandwidth di semua unit komputer.

d)          Membantu admin dalam mengontrol bandwidth.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1 Jaringan

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi (peramban web). Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan      (service).          Pihak  yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Dua buah komputer yang masingmasing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan yang akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana atau dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data atau informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti file, printer, media penyimpanan (harddisk, floppy disk, cd- rom, flash disk, dll). Data yang berupa teks, audio maupun video bergerak melalui kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan computer dapat saling bertukar file atau data, mencetak pada printer yang sama dan menggunakan hardware / software yang terhubung dalam jaringan secara bersama-sama.

 

2.2 Manajemen Bandwidth

Pengaturan      bandwidth       (bandwidth management) pada jaringan komputer diperlukan untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software untuk mengatur lebar maksimum bandwidth yang diizinkan. Trafik jaringan berhubungan dengan paket data yang dibangkitkan oleh kartu ethernet (NIC) pada komputer pengirim kemudian data ini akan diterima oleh kartu ethernet computer penerima, kemudian teruskan oleh driverkartu ethernet (Network Driver) ke bagian kernel linux untuk diproses. Proses ini hanya mengatur paket data yang keluar maupun masuk melalui satu kartu ethernet. Kernel linux yang bertanggung jawab mengatur aliran data disebut kernel traffic control.

Komputer dengan Sistem Operasi linux yang dioperasikan sebagai gateway atau router memungkinkan aliran paket data dapat diatur secara bidirectional(dua arah) melalui 35 NIC0 dan NIC1. Gateway linux dikonfigurasi untuk memisahkan trafik dari jaringan lain atau koneksi internet yang disediakan oleh ISP. Hubungan komputer klien yang dibagian NIC1 ke ISP dapat dikendalikan, misalnya bandwidth smtp di jatah 64Kbps, & ftp mendapatkan bandwidth 10Kbps. Manajemen bandwidth merupakan teknik pengelolaan jaringan sebagai usaha untuk memberikan performa jaringan yang adil dan memuaskan. Manajemen bandwith juga digunakan untuk memastikan bandwidth yang memadai untuk memenuhi kebutuhan trafik data dan informasi serta mencegah persaingan antara aplikasi.

 

2.3 Mikrotik

MikroTik Router OS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok untuk digunakan oleh ISP dan provider hotspot (mikrotik indonesia).

MikroTik Router OS, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai sistem network router. Didesain untuk memberikan kemudahan untuk penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya bertindak sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

 

2.4 Router

Router adalah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang lain, menggunakan metode Addressing dan Protocol tertentu untuk melewatkan paket data tersebut.

2.5 Queue Tree

Queues tree adalah pelimitan yang sangat rumit karena pelimitan ini berdasarkan protokol, ports, IP Address, bahkan kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree. Queues Tree berfungsi untuk melimit bandwidth pada mikrotik yang mempunyai dua koneksi internet karena paket marknya lebih berfungsi dari pada di Simple Queues. Queues tree juga digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1 Perancangan Jaringan

Perancangan Topologi Berikut ini adalah perancangan jaringan komputer yang akan digunakan sebagai sistem jaringan baru di Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri dengan menambahkan Mikrotik Router sebagai manajemen bandwidth.

Dalam perancangan disini hanya memperbaiki struktur sistem jaringan yang sudah ada sebelumnya di Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri untuk dapat memperoleh sistem jaringan yang lebih baik (Gambar 1). Pada sistem jaringan baru ini, koneksi internet dari modem ISP dihubungkan ke Router Mikrotik, kemudian dari Router ini, dihubungkan ke switch D-Link. Dari switch kemudian dihubungkan ke komputer-komputer lain yang digunakan di Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri.

Dengan menggunakan sistem jaringan yang baru ini, semestinya bandwidth internet yang di terima oleh komputer client akan terbagi secara merata. Meskipun ada komputer yang menggunakan download manajer atau akselelator lainnya. Karena keterbatasan penyusun, untuk kelancaran penyusun dalam perancangan ini, penyusun melakukan simulasi pada jaringan yang telah dirancang, dengan jaringan yang diperkecil dengan hanya menggunakan 6 komputer client (Gambar 2).

 

3.1.2 Instalasi Perangkat Keras

Hal pertama yang perlu dilakukan pada instalasi perangkat keras jaringan adalah penyusunan perangkat jaringan sesuai dengan topologi yang telah dirancang. Koneksi internet dari modem yang telah diatur pada mode bridge kemudian di hubungkan dengan Routerboard, lalu dari Router dihubungkan ke switch. Setelah itu switch di hubungkan ke PC client menggunakan kabel UTP.

 

3.1.3 Spesifikasi Perangkat Lunak

1.      Mikrotik Router OS

Menggunakan versi OS 5.2 dengan lisensi level 4 sudah terdapat dalam routerboard RB750.

 

2.      Winbox

Winbox dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi dari komputer yang terhubung dengan Router Mikrotik. Dapat digunakan untuk melakukan pengaturan Mikrotik pada PC Router maupun RouterBoard secara remote.

 

3.      Windows XP dan Windows 7

Windows XP dan Windows 7 digunakan sebagai sistem operasi pada PC client pada simulasi jaringan.

 

3.2 Hasil

3.2.1 Manajemen Bandwidth Menggunakan Queues

Setelah selesai melakukan konfigurasi Mikrotik dan client berhasil dalam mengakses data, langkah selanjutnya yaitu mengkonfigurasi mikrotik sebagai manajemen bandwidth. Dengan melakukan konfigurasi manajemen bandwidth pada mikrotik, bandwidth yang ada dapat teralokasikan dengan tepat sesuai kebutuhan

masing-masing client, sehingga tidak akan terjadi penumpukan data pada jaringan yang berakibat lambat atau putusnya koneksi Internet.

Queue Tree adalah jenis Queue yang dapat digunakan untuk membagi atau membatasi traffic untuk multi-users secara dinamis sesuai dengan banyaknya client yang aktif  menggunakan internet. Pada uji coba manajemen bandwidth internet pada jaringan di Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri dengan mengunakan 6 client. Bandwidth total yang dimiliki oleh Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri adalah 2048 Kbps. Jumlah client yang tersambung ada 6 client.

 

3.2.2 Pengujian Manajeman Bandwidth

Pada bagian ini penyusun menguji kinerja dari router mikrotik yang telah dikonfigurasi sebagai manajemen bandwidth dengan menggunakan sistem antrian Queue Tree. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi dalam jaringan dimana beberapa client mungkin saja melakukan aktivitas yang sama yaitu download atau upload serta mungkin juga melakukan aktivitas yang berbeda dimana beberapa client melakukan aktivitas upload sedangkan client yang lain melakukan download. Pengujian dilakukan menggunakan 6 PC sebagai client dan berikut adalah gambaran gambaran yang terjadi:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut adalah tabel kecepatan download hasil percobaan.

Tabel 1. Kecepatan download hasil percobaan menggunakan manajemen bandwidth

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tabel   diatas   adalah  hasil uji kecepatan download yang dilakukan pada tiap PC.

Keterangan :

Alokasi bandwidth yang didistribusikan ke PC client adalah sebesar 1Mbps (128 KBps), dan download maksimum yang dialokasikan adalah sebesar 32 KBps, pada gambar diatas keempat client melakukan aktivitas download secara         bersamaan       file “avg_free_x86_all_2014.exe” sebesar 145 MB dari alamat http://free.avg.com/idid/download- free-all-product. Dari tabel dan grafik hasil uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa distribusi bandwidth ke semua PC client bisa terdistribusi secara merata meskipun salah satu client menggunakan download manager, bandwidth yang diterima semua client tetap sama rata. Dengan berjalannya sistem manajemen bandwidth pada uji coba ini, sistem ini dapat digunakan untuk jumlah client yang lebih banyak pada jaringan yang sesungguhnya yaitu jaringan internet di Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada tulisan ini diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain:

1.                  Keuntungan menggunakan manajemen bandwidth Queue Tree adalah dapat mengatur besar kecilnya bandwidth yang dibutuhkan oleh client secara dinamis sehingga pembagian bandwidth kepada client menjadi teratur, adil dan dapat memaksimalkan bandwidth yang tersedia. Namun ruang lukup jaringan bandwidth masih terbatas.

2.                  Mikrotik Router dapat memanajemen bandwidth sesuai dengan kebutuhan bandwidth di masing-masing bagian Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri. Namun memerlukan perangkat tambahan untuk membagi bandwidth di beda ruangan.

3.                  Semua bagian unit komputer mendapatkan bandwidth sesuai dengan kebutuhan koneksi internet.

4.                  Manajemen            bandwith         dapat memaksimalkan Bandwidth di semua unit komputer yang terhubung dalam jaraingan wireless lan.

5.                  Pembagian Bandwidth internet dengan mikrotik memberikan efisiensi pemakaian bandwidth internet. Namun dapat di bobol lemit download nya menggunakan aplikasi idm.

 

4.2 Saran

Agar pengelolaan manajemen bandwidth menggunakan Router Mikrotik dapat diimplementasikan dengan lebih baik, maka perlu saran-saran yang kiranya dapat menunjang Pengelolaan Manajemen Bandwidth menggunakan Router Mikrotik ini, yaitu :

1.                  Jika ke depan akan ada penambahan perangkat komputer di setiap ruangan jurusan masing-masing, maka hanya perlu menambahkan perangkah Switch saja di setiap ruangan tersebut.

 

2.                  Untuk memperoleh hasil yang lebih baik diharap menggunakan komputer dengan spesifikasi yang lebih baik.

3.                  Untuk memaksimalkan bandwidth yang ada alangkah baiknya Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri atau penyedia koneksi internet berskala kecil menggunakan metode manajemen bandwidth Queue Tree, supaya menyediakan kamputer yang baik agar tidak mengganggu koneksi taransfer bandwidth.

4.                  Perlu ditambahkannya wireless access point bagi pengguna internet yang memakai laptop atau smartphone.

5.                  Perlu dibuatnya suatu sistem keamanan jaringan untuk melindungi sistem jaringan yang ada dari pihak yang tidak bertanggungjawab.