KUMPULAN MAKALAH : 10/28/19

Monday, October 28, 2019

MAKALAH PRAKARYA PRODUKSI REKAYASA INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TERAPAN)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Teknologi tepat guna adalah ada sebuah gerakan idelogis (termasuk manifestasinya) yang awalnya diartikulasikan sebagai intermediate technology oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrich "Fritz" Schumacher dalam karyanya yang berpengaruh, Small is Beautiful. Walaupun nuansa pemahaman dari teknologi tepat guna sangat beragam di antara banyak bidang ilmu dan penerapannya, teknologi tepat guna umumnya dikenal sebagai pilihan teknologi beserta aplikasinya yang mempunyai karakteristik terdesentralisasi, berskala relatif kecil, padat karya, hemat energi, dan terkait erat dengan kondisi lokal. Secara umum, dapat dikatakan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif seminimal mungkin dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan. Baik Schumacher maupun banyak pendukung teknologi tepat guna pada masa modern juga menekankan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang berbasiskan pada manusia penggunanya.
Teknologi tepat guna paling sering didiskusikan dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi dan sebagai sebuah alternatif dari proses transfer teknologi padat modal dari negara-negara industri maju ke negara-negara berkembang.[5][7] Namun, gerakan teknologi tepat guna dapat ditemukan baik di negara maju dan negara berkembang. Di negara maju, gerakan teknologi tepat guna muncul menyusul krisis energi tahun 1970 dan berfokus terutama pada isu-isu lingkungan dan keberlanjutan (sustainability). Di samping itu, istilah teknologi tepat guna di negara maju memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.[8] Secara luas, istilah teknologi tepat guna biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju.[4][9] Seperti dijelaskan di atas, bentuk dari "teknologi tepat guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu.

1.2 Rumusan Masalah
·         Apa itu Pengertian Teknologi Tepat Guna?
·         Apa itu Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna?
·         Apa Saja Manfaat Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna?

1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas adalah, adapun tujuan penulisan masalah ini adalah untuk mengetahui konsep dasar dari teknologi tepat guna.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Banyak teknologi saat ini yang mersuak bumi kita melalui polusi atau dengan menguras sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dilingkungan kita.Ada banyak teknologi yang dapat mengantikan praktik praktik lazim yang merusak. Teknologi ini disebut teknologi tepat guna. Apakah yang dimaksud dengan Teknologi Tepat Guna? Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat agar dapat disesuaikan dengan sapek aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.
Selain itu, teknologi tepat guna juga harus memenuhi persyaratan, yaotu sebagai berikut.
1.      Teknis, yang meperhatikan dan menjaga tata kelestarian lingkungan hidup, penggunaan secara maksimal bahan baku lokal,  menjamin   mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) produksi, secara teknis efektif dan efisien, mudah perawatan dan operasi, serta relatif aman dan mudah menyesuaikan terhadap perubahan.
2.      Ekonomis, yaitu efektif menggunakan modal, keuntungan kembalikepada produsen, dan jenis usaha koperatif yang mendorong timbul industri lokal.
3.      Sosial budaya yaitu memanfaatkan keterampilan yang sudah ada, menjamin perluasan lapangna kerja, menekan pergeseran tenaga kerja, menghindari konflik sosial budaya, dan meningkatkan pendapatan yang merata.

2.2 Berbagai Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna
Beberapa contoh produk rekayasa inovasi teknologi tepat guna antara lain sebagai berikut.
a.       Alat pengurai serat serabut kelapa
Bentuknya terdiri dari rol tunggal yang diberi paku-paku panjang untuk mengurai serabut kelapa sehingga terpisah dari serbuknya.
b.      Alat Pengering Hasil pertanian
1)      Misalnya alat pengering berbentuk rak (tray dryer), ciri cirinya sebagai berikut.
2)      Bentuknya persegi dan didalamnya berisi rak rak yang digunakan sebagai tempat bahan yang akan dikeringkan.
3)      Cocok untuk bahan yang berbentuk padat dan butiran.
4)      Sering digunakan untuk produk yang jumlahnya tidak terlalu besar.
5)      Waktu pengeringan umumnya lama (1 6jam).
c.       Alat Pencetak Briket
Alat pencetak briket berupa kempa yang memeiliki fungsi mencetak briket dari bahan organik, seperti kotoran sapi baru serta limbah pertanian yang mengandung karbon tinggi seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, daun daunan,serbuk arang, serbuk batu bara, arang biomassa, dan arang sekam. Tekanan yang dihasilkan oleh kempa dapat berasal dari hidrolik maupun tekanan mekanik menggunakan ulir. Briket sebagai bahan bakar rumah tangga di daerah perdesaan dengan hasil cetakan berbentuk slinder.
d.      Alat pengambilan Zat Warna alam Indigo
Proses pengambilan zat warna alam indigo yaitu dengan melakukan aerasi pada cairan hasil rendaman daun dari tanaman Indigofera tinctoria L. Sirkulasi air dengan menggunakan pompa memungkinkan terjadinya proses aerasi.
e.       Alat Perajang Sampah Organik
Mesin pecahan ini berfungsi untuk mencacah sumpah khususnya sampah organik. Mesin digerakkan oleh motor dan menggunakan blade untuk memotong sampah. Pencacahan sampah organik dimaksudkan untuk mempercepat proses pengomposan menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah.

2.3 Manfaat Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna
a.       Teknologi tepat guna bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhannya, pemecahan masalahnya, dan penambahan hasil produksi yang makin meningkat dari biasanya.
b.      Teknologi tepat guna rellatif mudah dipahami mekanismenya, mudah dipelihara, dan mudah di terapkandalam kehidupan sehari hari.
c.       Memacu kreativitas dan inovatif pembuatnya untuk terus berkarya mencapai optimal.
d.      Terciptanya lapangan pekerjaan untuk mewujudkan karya inovasi.



2.4 Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna Dalam Pembuatan Zat Warna Alam Indigo
Kain batik merupakan warisan budaya asli Indonesia. Kain baik yang menggunakan zar warna alam memiliki nilai jual atau nilai ekonomi yang tinggi, karena memiliki nilai seni dan warna khas serta ramah lingkungan sehingga berkesan etnik dan ekslusif. Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan, seperti, akar, kayu, daun, biji, ataupun bunga. Pada dasarnya zat warna alami dapat digunakan untuk mewarnai semua serat tekstil yang berasal dari serat alam maupun semisintesis.
Pengambilan zat warna alam, dalam hal ini warna biru diambil dari daun tanaman Indigofera tinctoria L, (tom/tarum/nila). Produks rekayasa inivasi teknologi tepat guna yang dimanfaatkan untuk pembuatan zat warna ini adalah spray aerator. Adapun produk zat warna alam yang dihasilkan menggunakan alat spray aerator disebut pasta indigo. Spray aerator dapat mempermudah dalam proses produksi pengambilan zat warna alam indigo.
Dalam pembuatan zat warna alam anda juga harus memperhatikan pola integrasi teknoekologis, yang berarti bahwa yang dihaasilkan berupa zat warna alami merupakan produk yang ramah lingkungan.
1.      Desain Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna Spray Aerator dalam Pembuatan Zat Warna Alam Indigo



2.      Alat yang Digunakan
a.       Alat Pembuatan Spray Aerator
·         Bor listrik
·         Mesin las
b.      alat Pembuatan Zat Warna Alam Indigo
·         Ember untuk merendam daun Indigofera tinctoria L.
·         Spray aerator digunakan untuk mengaerasi cairan hasil rendaman.
·         Keranjang, kain, dan ember digunakan untuk memisahkan antara pasta dan air.

3.      Bahan yang Digunakan
a.       Bahan Pembuatan Spray aerator
·         Drum bekas untuk membuat tangki.
·         Paralon yang diberi lubang banyak sebagai sprayer.
·         Pipa paralon, untuk sirkulasi larutan yang dipompa.
·         Keran pengatur dan pompa air.
·         Sakelar dan kabel.
·         Rangka penopang tangki.
·         Pompa air.
·         Sumber energi listrik AC220 V
b.      Bahan Pembuatan Zat Warna alam Indigo
·         Larutan CaO (kapur tohor) yang berfungsi mengikat zat warna yang terdapat pada tanaman.
·         Air untuk merendam daun tanaman.
·         Tanaman Indigofera tinctoria L.
2.5 Proses Pembuatan karya Inovasi Teknologi Tepat Guna Spray Aerator dalam Pembuatan zat Warna Alam Indigo
a.       Proses Pembuatan Spray Aerator
Sediakan bahan bahanyang dibedakan menjadi bahan bahan yang digunakan untuk pembuatan spray aetator, bahan pembuat tangki penampung, serta bahan bagian rangka dan pemipaan. Bahan bahan tersebut didukung dengan peralatan pendukung dalam proses produksi. Dalam proses produksi tiap tiap bagian tersebut dibuat, kemudian dirakit menjadi spray aerator. Pengujian alat menggunakan pompa air yang dipasang menggunakan sumber energi listrik AC220 V.

b.      Proses Pembuatan Zat Warna Alam Indigo Biru
1)      Proses hidrolisis/Perendaman : 1 kg daun indigo segar (dengan rantingnya) direndam dalam 5 liter air, usahakan daun berada di bawah permukaan air.
2)      Proses Aerasi :Air hasil rendaman diaerasimenggunakan alat spray aerator. Pada saat proses aerasi ditambahkan larutan kapur (caO) dengan perbandingan satu kilogram daun sebanyak 30 gram kapur. Pada proses ini, air rendaman yang semula berwarna hijau akan berubah menjadi biru.
3)      Proses sedimentasi/Pengendapan : Cairan yang dihasilkan dari proses aerasi diendapkan dan ditampung dalam ember. Pisahkanair dari endapannya yang sudah berbentuk pasta (saring dengan kain halus)! simpan pasta indigo pada tempat kering dan sejuk!

c.       Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Dalam proses pembuatan karya inovasi teknologi tepat guna, Anda juga harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan di tempat kerja, serta sumber dan proses produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
Keselamatan kerja mencakup pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan terhadap tenaga kerja dari kemungkinan terjadinya kecelakaan sebagai akibat dari kondisi kerja yang tidak aman, dan/atau tidak sehat.
Peralatan keselamatan kerja yang digunakan dalam pembuatan alat yang mendukung proses produksi, antara lain sarung tangan, kacamata, helm, pakaian praktik, safety shoes, pelindung telinga, dan masker pelindung saluran pernapasan.





BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Teknologi Tepat Guna merupakan teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat setempat.
Sebelum menggunakan TTG, terlebih dahulu kita lakukan penerapan dari TTG tersebut kepada masyarakat. Dengan adanya penerapan ini di harapkan masyarakatnya berubah dan mengerti tentang manfaat TTG dan mampu menggunakan TTG tersebut dengan sebaik mungki. Sehingga penggunaa dari TTG tersebut bermanfaat bagi masyarakat, yaitu dapat memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat  karena kebutuhan masyarakat semakin hari semakin meningkat.

3.2    Saran
Teknologi tepat guna apabila dimanfaatkan dengan baik maka akan memeperoleh hasil yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.










DAFTAR PUSTAKA

http://arifh.blogdetik.com
http://balitbang.sumutprov.go.id
http://fujimori94.blogspot.com/2013/05/teknologi-tepat-guna.html
http://kampus.okezone.com
http://m-haritsyah.blogspot.com/2012/07/pengertian-teknologi-tepat-guna-ttg.html

MAKALAH KERAJINAN DARI BAHAN SABUN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mandi merupakan sebuah aktivitas yang sudah menjadi hal rutin yang harus dilakukan oleh semua orang agar tubuh selalu bersih, wangi dan juga sehat. Untuk aktivitas mandi ini, dianjurkan melakukannya dua kali sehari agar tubuh tetap sehat dan tentunya terhindar dari kuman dan juga kotoran.
Berbicara tentang mandi, pastinya tidak akan bisa terlepas dengan apa yang kita gunakan ketika mandi, yakni sabun. Semua orang di seluruh dunia pastinya menggunakan sabun saat mandi. Karena sabun bisa membuat tubuh kembali bersih dan wangi setelah berkeringat karena beraktifitas sepanjang hari.
Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen.
Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion. Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali.
Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.

1.2 Rumusan Masalah
·         Apa itu Sabun
·         Apa bagaimana membuat kerjainan dari bahan sabun

1.3 Tujuan
Untuk Mengasah kreatifitas dan mambangun kelompok sosial yang baik.


















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah
Tak ada catatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai menggunakan sabun. Konon, tahun 600 SM masyarakat Funisia di mulut Sungai Rhone sudah membuat sabun dari lemak kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkannya dalam berdagang dengan bangsa Kelt, yang sudah bisa membuat sendiri sabun dari bahan serupa. Pliny menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai bahan cat rambut dan salep dari lemak dan abu pohon beech yang dipakai masyarakat di Gaul, Prancis. Tahun 100 masyarakat Gaul sudah memakai sabun keras. Ia juga menyebut ada terdapat pabrik sabun di Pompei yang berusia 2000 tahun, yang belum tergali.
Di masa itu sabun lebih digunakan sebagai obat. Baru belakangan ia dipakai sebagai pembersih, seperti kata Galen, ilmuwan Yunani, di abad II. Tahun 700-an di Italia membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. Seabad kemudian muncul bangsa Spanyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. Sedangkan Inggris baru memproduksi tahun 1200-an. Secara berbarengan Marseille, Genoa, Venice, dan Savona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak zaitun setempat serta deposit soda mentah. Akhir tahun 1700-an Nicolas Leblanc, kimiawan Prancis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa.
Sabun pun makin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau bagi semua orang. Di Amerika Utara industri sabun lahir tahun 1800-an. “Pengusaha-“nya mengumpulkan sisa-sisa lemak yang lalu dimasak dalam panci besi besar. Selanjutnya, adonan dituang dalam cetakan kayu. Setelah mengeras, sabun dipotong-potong, dan dijual dari rumah ke rumah. Begitupun, baru abad XIX sabun menjadi barang biasa, bukan lagi barang mewah.
Seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan sabun yang digunakan untuk aktifitas mandi pun berkembang di daerah Mediterania dan Arab. Setelah abad kedelapan, banyak negara di Eropa yang menjadi produsen sabun, termasuk, Italia, Spanyol, Perancis, dan Inggris. Sebagian produsen menggunakan minyak zaitun ynag telah terkenal khasiatnya sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Bagi produsen yang tidak dapat memperoleh minyak zaitun seperti Inggris dan Perancis, mereka hanya menggunakan lemak hewan dan minyak yang kurang berkualitas sehingga kualitas sabun yang dihasilkan pun kurang bersaing.
Pada jaman modern ini, sabun mandi yang digunakan telah berevolusi. Sabun tidak lagi menggunakan lemak hewan dan minyak tumbuhan alami. Dengan menggunakan teknologi tinggi dan material yang terdapat di alam serta diambil ekstrak terbaiknya, didapatlah sabun yang ternyata memiliki sedikit kesamaan dengan sabun untuk mandi di jaman kuno. Jadi, sekarang kita semua sudah tahu ternyata sabun untuk mandi telah muncul dan berkembang sejak ribuan tahun yang lalu.

2.2 Cara Membuat Kerajinan dari bahan sabun
Bahan-bahan yang di butuhkan :
·         Sabun mandi
·         Pensil
·         Alat ukir tajam atau ujung paser
·         Pisau
·         Kuas halus

Langkah langkahnya sebagai berikut :
1.      Pertama siapkan bahan-bahan yang sudah di sebutkan tadi
2.      Kedua buat sketsa pada kertas sesuai dengan perencanaan kerajinan sabun yang akan dibuat
3.      Buat sketsa yang sudah direncanakan pada sabun dengan menggunakan paser
4.      Ukir bagian luar seketsa dengan pisau, sehingga nampak pola dari sketsa yang di rencanakan.
5.      Setelah selesai di ukir bersihkan sisa-sisa parutan sabun yang masih menempel pada bagian yang diukir dengan kuas sehingga ukiran terlihat jelas.
6.      Jika ingin memperoleh hasil yang rapi gunakan amplas paling halus untuk merapikan dan gososkan dengan pelan-pelan karena sabun mudah rusak.













BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Mengukir sabun adalah bentuk kreasi yang sangat mudah dilakukan dan tidak perlu keahlian khusus. Cara untuk membuat ukiran sabun sangatlah mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Selain bisa untuk hiasan rumah, sebagai hadiah, kreasi ini juga dapat mendatangkan keuntungan. Bisnis souvenir dari sabu akan memberikan nilai eksklusif dalam sebuah usaha sampingan. Selain itu sabun juga bisa untuk pengharum ruangan.

3.2 Hambatan
1.            Ketika tidak hati-hati tangan terkena oleh cutter.
2.            Untuk pemula, terasa sedikit sulit untuk membuat sabun ukir.
3.            Memerlukan kehati-hatian dan ketelitian.

3.3 Kritik dan Saran
1.            Pilihlah sabun sesuai warna yang akan kita bentuk.
2.            Hati-hati ketika mengukir sabun, karena jika salah sulit untuk diperbaiki.
3.            Gunakan masker agar tidak menghirup serbuk dari sabun.
4.            Gunakan alas agar sabun mudah dibersihkan.
5.            Hati-hati dalam menggunakan cutter karena tajam, jangan sampai terkena tangan.